Jaringan Yahudi di Indonesia Sudah Ada Sejak Zaman VOC

Prologue

Konon, warga Yahudi sudah banyak berdiam di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda, khususnya di Jakarta, tapi tidak ada tanggal yang pasti kaum Yahudi menetap di Indonesia. Sebuah situs Komunitas Yahudi dunia mencatat bahwa pada tahun 1850 seorang utusan dari Jerusalem, Jacob Saphir, yang mengunjungi Batavia (Jakarta), bertemu dengan seorang pedagang Yahudi dari Amsterdam yang menyebutkan bahwa ada 20 keluarga Yahudi dari Belanda atau Jerman tinggal di sana, termasuk anggota pasukan kolonial Belanda. Baca lebih lanjut

Iklan

ternyata ibuku pembohong…

Kisah ini bermula ketika saya masih kecil. SAya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam keluarga yang sangat miskin. Makan dan minum serba kekurangan dan kami sering kelaparan. Sebagai anak terkecil, saya sering merajuk. Saya sering menangis untuk mendapatkan nasi dan lauk yang lebih banyak. Dan ibu senantiasa membujuk agar saya diam dengan membagikan sebagian nasinya untuk saya seraya berkata, “Makanlah nak, Ibu tidak lapar.” ( inilah kebohongan ibu yang pertama)
Baca lebih lanjut

Tembak Reaksi

Tembak reaksi bukan cuma aksi

Olah raga yang menggunakan senjata api ini tampak sangar dan macho. Tampang sangar dan macho saja tak cukup untuk dapat lihai menembak tepat sasaran sambil beraksi. Dibutuhkan kecepatan, ketepatan dan kekuatan. Baca lebih lanjut

LAKSAMANA MALAHAYATI

Tampaknya tidak banyak yang tahu bahwa bangsa kita pernah memiliki laksamana wanita. Hebatnya lagi secara historis tercatat sebagai laksamana wanita kedua di dunia. Yang pertama adalah Artemisya, permaisuri Raja Mosul di Anatolia yang hidup pada tahun 480 SM. Baca lebih lanjut

Mekanika Penciptaan Uang (Semua Uang Adalah Hutang)

Mekanika Penciptaan Uang

Darimana datangnya uang?

Memang kita tahu yang mencetak uang adalah BI (atau kalau di negara lain, ya bank sentral negara bersangkutan). Tetapi bagaimana caranya uang-uang itu akhirnya sampai ke tangan masyarakat?

Pernahkah Anda memikirkannya? Baca lebih lanjut

Damai Aceh, Sebuah Penemuan

Oleh : Nezar Patria

Perdamaian itu bukan hanya membanggakan Indonesia, tapi teladan bagi Asia Tenggara.

PERANG, kata Sir Henry Maine, adalah praktik kuno manusia. “Tetapi, perdamaian adalah sebuah penemuan modern,” tulis hakim Inggris itu, pada suatu masa di Eropa pertengahan abad ke-19. Perdamaian, boleh jadi adalah ‘penemuan modern’. Atau juga bukan. Di tengah perang yang setua usia peradaban manusia, perdamaian adalah usaha tak mudah.

Di Aceh, misalkan, orang kerap mengingat: pada satu masa, perdamaian adalah sebuah kemustahilan. Selama tiga dekade, politik di sana digerakkan amarah. Kata-kata digantikan senjata. Atas nama keadilan, konsep tentang “Indonesia” digugat Gerakan Aceh Merdeka (GAM). “Indonesia,” kata Hasan Tiro, sang pemimpin pemberontakan itu, “tak lain konsep kolonialisme Belanda, yang diteruskan oleh penjajah Jawa”. Baca lebih lanjut

Intelijen dalam Sun Tzu

Ayat 1 :

Sun Wu berkata :

Secara umum biaya menggerakan pasukan sebanyak seratus ribu untuk menempuh jarak seribu Li adalah seribu potong emas per harinya.

Akan tetapi perubahan besar-besaran yang tiba-tiba di rumah, maupun di luar negeri, dimana orang-orang kelelahan menempuh perjalanan dan kira-kira tujuh ratus ribu rumah tangga terhalang dari pekerjaan mereka di ladang. Baca lebih lanjut