Terlambat

Ada sebuah cerita yang mengendap terus di benak saya sampai sekarang. Seorang anak yang merasa memberi terlalu sedikit untuk sang Ibu selama hidup, suatu hari datang ke panti jompo tempat sang Ibu dititipkan untuk pertama kalinya.

Menyadari bahwa salah satu kesenangan Ibu ini adalah memakan es krim, maka dibawa sertalah beberapa es krim. Karena umur yang demikian tua, Ibu terakhir sudah tidak mengenali siapa-siapa. Kendati diajak bicara dengan suara keras sekalipun, ia tidak akan dengar.

Sesampai di panti jompo, sang anak memperkenalkan dirinya bahwa ia adalah puteri bungsunya. Sebagaimana jawaban ke setiap orang yang datang, Ibu ini hanya bisa menjawab tersenyum. Ketika es krim diletakkan ke tangan sang Ibu, langsung saja ia memakannya penuh kenikmatan. “Senang sekali rasanya melihat Ibu enak memakan es krim pemberianku”, gumam si anak ini.

Beberapa menit setelah es krim ini habis, sang Ibu menoleh ke anaknya sambil berucap lirih: “Betapa nikmatnya hidup ini jika saya memiliki seorang puteri sebaik Anda”.

Dengan air mata yang tidak bisa ditahan, pemberi es krim tadi pergi ke toilet sambil menangis. Dan yang membuat cerita ini mengharukan, sesaat setelah kembali dari toilet sang Ibu sudah menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: