8 Kiat agar Perkawinan Sukses

KOMPAS.com — Ginekolog dan konsultan seks Boyke Dian Nugraha mengungkapkan delapan kiat dan rahasia perkawinan sukses. Rahasia ini diungkap Boyke dalam seminar bertema Love, Sex and Harmony di Jakarta, Kamis (19/3), yang dihadiri puluhan peserta yang didominasi kaum perempuan.  Berikut delapan rahasia perkawinan sukses menurut Boyke :

Pertama, komunikasi. Beberapa cara yang dikatakan Boyke untuk membangun komunikasi yang baik antara kedua pasangan adalah dengan membangkitkan kemauan untuk mendengar. “Perkawinan itu seperti pertunjukan, kalau satu bernyanyi maka yang lain bertepuk tangan. Jangan sampai nyanyi semua, siapa yang mau dengar,” kata Boyke.

Cara lain adalah dengan membuat orang senang di saat bicara dengan Anda. Lelaki itu perlu diberi kepercayaan. Jangan mudah mengajukan pertanyaan menyelidik secara terus menerus. Demikian terang Boyke.

Kedua, kecocokan sifat. Asam di gunung, garam di laut, ketemunya di kuali, ungkap Boyke. Dengan ungkapan tersebut ia mau mengatakan bahwa pasangan suami istri itu pasti berbeda, tetapi dipersatukan. “Maka, cari kesamaan di antara keduanya, dan itu yang dipakai sebagai sarana komunikasi,” tambahnya

Ketiga, cara pemecahan konflik. Menurut Boyke, cara ini bisa dimulai dari memfokuskan pada apa yang benar, coba saling memahami, pusatkan pada persoalan, cari titik temu secara bersama, lalu cari solusi yang sama-sama menguntungkan. “Biasanya, pemecahan konflik mulai banyak ketika sudah ada anak. Misalnya, menentukan anak sekolah di mana,” kata Boyke.

Keempat, Seks. Pada poin ini Boyke menyoroti masih banyaknya para istri yang berpikiran konservatif soal seks. Mereka masih menganggap seks tabu, tidak patut dibicarakan. “Misalnya, disuruh (oleh suami) variasi dalam hubungan seks, tapi tidak mau,” ungkap Boyke.

Kelima, sikap religius. Hidup itu perlu seimbang, antara dunia dan akhirat. “Oleh karena itu, ya kalau punya uang, ya pergi ziarah. Untuk yang Kristen pergi ke Jerusalem, sedangkan yang muslim berangkat umroh,” tuturnya.

Keenam, memanfaatkan waktu luang. Menurut Boyke, mengambil waktu luang untuk bersama adalah sangat berguna untuk merekatkan relasi emosinal antara orangtua dan anak-anak.

Ketujuh, keuangan. Untuk soal ini, Boyke meninggikan suaranya. Banyak di antara kita yang lebih besar pasak dari pada tiang. “Ada uang kita tabung! Hidup itu tidak hanya untuk hari ini, pikirkan masa depan,” tegas Boyke yang juga memberi kesaksian bahwa dia tidak pernah memakai kartu kredit, yang membuat para peserta terpana.

Kedelapan, soal anak dan sanak saudara. Menurut Boyke, anak-anak dalam keluarga tidak menginginkan kelengkapan fasilitas sebagai yang utama. Mereka itu butuh kasih sayang dan kehadiran orangtua. “Kasus anak-anak hamil di luar nikah dan kasus narkoba sebenarnya masalahnya karena kurang perhatian dari orangtua,” jelas Boyke.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: