Mata Hari, ‘Ratu Intel Erotis’ Berdarah Jawa

Mata Hari adalah legenda mata-mata. Dia ‘The Greatest Woman Spy’ yang berakhir tragis.

Margaretha Geertruida 'Grietje' Zelle alias Mata Hari (Google)

Margaretha Geertruida ‘Grietje’ Zelle alias Mata Hari (Google)

Tertangkapnya intel cantik Rusia, Anna Chapman alias Anya Kushchenko makin menguatkan fakta bahwa dunia mata-mata tak lepas dari peran para perempuan yang punya daya tarik seksual.

Namun, ayah mertuanya, Kevin Chapman membantah bahwa Anna adalah mata-mata. “Dia bukan seperti Mata Hari,” kata dia seperti dimuat laman Telegraph, 3 Juli 2010.

Mata Hari adalah legenda mata-mata perempuan dalam sejarah intelijen. Dia bahkan mendapat julukan sebagai ‘The Greatest Woman Spy’ — ratunya mata-mata.

Terlahir sebagai Margaretha Geertruida  ‘Grietje’ Zelle pada 7 Agustus 1876 dari pasangan pengusaha minyak Belanda yang sukses.

Margaretha alias Mata Hari tumbuh sebagai remaja bertubuh tinggi, payudaranya kecil. Namun, tubuhnya eksotis membuatnya punya daya tarik.

Rambutnya hitam dan kulitnya coklat — itu pengaruh darah Jawa yang mengalir di tubuhnya.

Kebangkrutan bisnis ayahnya pada 1889, mengubah kehidupannya secara drastis — orang tuanya bercerai, ibunya meninggal, dan dia dikeluarkan dari sekolah calon guru taman kanak-kanak karena skandal dengan kepala sekolahnya.

Hidup morat-marit, saat usia 18 tahun, Margaretha menikahi seorang pegawai militer  Belanda, Rudolf John MacLeod, yang 20 tahun lebih tua.

Pernikahan itu menuntut takdirnya ke Jawa — negeri leluhurnya. Dia tinggal di sebuah Ambarawa, Jawa Tengah. Dia juga pernah tinggal di Sumatera.

Di Jawa, dia menemukan dunianya — belajar tarian Jawa dan tak seperti nyonya-nyonya Belanda lainnya, dia gemar memakai sarung.

Ketika berkorespondensi dengan kawan dan kerabat, dia memakai nama alias, Mata Hari,  yang yang berarti Sang Surya, Matahari. Kelak nama itulah yang membuatnya populer dan dikenal dunia.

Malang, kehidupannya di tanah jajahan jauh dari membahagiakan. Anak lelakinya tewas, dia bercerai dengan suaminya yang gemar mabuk dan main perempuan — sekaligus terlalu cemburu dengan pesona yang dimiliki istrinya itu.

***

Takdir Margaretha menjadi mata-mata diawali kepindahannya ke Paris, Perancis.

Setelah jadi pemain sirkus, Margaretha banting setir jadi penari erotis. Di panggung dia memakai nama Mata Hari.

Dengan daya tarik sensualnya, Mata Hari menjelma jadi sosok yang dikenal. Dia punya hubungan intim dengan pejabat militer, politisi, dan orang-orang berpengaruh, bahkan jadi ‘simpanan’ putra mahkota Jerman saat itu — koneksinya ini memungkinkan dia bepergian melintasi batas-batas negara.

Saat jadi penari telanjang di Berlin, Mata Hari dikabarkan direkrut agen rahasia Jerman.  Beberapa penulis biografi, misalnya, Erika Ostrovsky yakin bahwa Mata Hari pernah menjalani pelatihan di sekolah mata-mata Jerman di Antwerp, Belgia. Oleh Jerman, dia disebut dengan kode ‘H21’.

Selain jadi mata-mata Jerman, Mata Hari juga direkrut menjadi mata-mata Perancis — yang dia lakukan demi uang agar bisa hidup bersama kekasihnya yang asal Rusia, Vladmir Masloff.

Masalah datang pada bulan Januari 1917, saat atase militer Jerman di Madrid mengirim pesan radio ke Berlin menggambarkan kegiatan  mata-mata Jerman dengan kode nama H 21. Pesan itu disadap agen mata-mata Perancis. Dari informasi-informasi itu, diduga kuat H 21 adalah Mata Hari.

Pada 13 Februari 1917, Mata Hari dicokok aparat Perancis. Tuduhannya, agen ganda.

“Saya tidak bersalah,” kata Mata Hari saat diinterogasi, tegas. “Seseorang sedang mempermainkan saya – kontra spionase Perancis. Saya sedang dalam tugas mata-mata  dan saya bertindak hanya dalam perintah itu,” kata dia, seperti dimuat laman http://www.mata-hari.com.

Pembelaannya mentah. Ratu erotis itu lalu diadili dengan dakwaan menjadi mata-mata Jerman dan bertanggung jawab atas kematian 50.000 tentara. Dia diputus bersalah.

Pada 15 Oktober 1917, dalam usia 41 tahun, Mata Hari dieksekusi 15 algojo tembak.

Sebuah peluru menembus jantungnya, satu peluru lainnya lalu ditembakkan ke telinganya, menembus batok kepala.

Tak ada keluarga yang mengklaim jasadnya. Tubuh Mata Hari berakhir di meja praktek fakultas kedokteran. Sementara, kepalanya disimpan di Museum Anatomi Paris. Pada tahun 2000 ditemukan bahwa, kepala itu menghilang — mungkin raib saat museum itu dipindahkan pada 1954.

Kisah hidup penari erotis itu berakhir tragis, namun ia menjelma jadi legenda. Mata Hari mewakili gambaran seorang ‘femme fatale’ — perempuan penakluk kaum adam — yang pesonanya menuntunnya ke akhir yang tragis.

Sumber: (Telegraph, Mata-hari.com, wikipedia)

http://dunia.vivanews.com/news/read/162477-mata-hari—ratu-intel-erotis–berdarah-jawa

2 Tanggapan

  1. Thanks Pak, saya pernah dengar cerita ini sewaktu kecil, tapi ga jelas. Sekarang jadi lebih paham.

  2. “agen ganda” tuduhan yang membuatnya meregang nyawa… dan cara yang efektif untuk menhilangkan seorang mata2.. ckckck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: