Dr. Alfitra Salam: Jamaah Islamiyah Operasi Intelijen Rekaan Mahathir

Jamaah Islamiyah tiba-tiba menjadi ‘tertuduh’ baru setelah al-Qaedah. Padahal, menurut para pengamat, sebutan itu hanyalah kelompok ‘maya’ rekaan intelijen Mahathir. Kita malah ikutan mengekor

Jamaah Islam belakangan menjadi topik berbagai media di Indonesia. Tanpa jelas apakah lembaga itu ada atau tidak, ratusan media Indonesia, bagai kerbau dicocok hidung ikut-ikutan latah pemerintahan AS.Yang menjadi persoalan, justru pemerintah kitalah yang mengusulkannya ke PBB untuk dijadikan sebagai jaringan terorisme internasional. Hal itulah yang kemudian membuat tokoh-tokoh Islam tersinggung.

Sekjen MUI, Dr. Dien Syamsuddin dan Ketua PP Muhammadiyah, Prof Syafii Maarif menilai pemerintah terlalu terburu-buru mengusulkan JI pada DK PBB tanpa berkonsultasi dengan ulama dan MUI. Pengamat politik LIPI, Alfitra Salam, Phd bahkan menilai Indonesia terpengaruh istilah JI yang sesungguhnya hanya rekaan intelijen Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad.

Menurut peneliti yang pernah tinggal lama di Malaysia ini, Jamaah Islamiyah (JI) hanyalah kelompok pengajian biasa sebagaimana halnya yang ada di Malaysia dan di Indonesia. Berikut kutipan wawancara Alfitra Salam dengan Metro TV (Selasa, 29/10/02) tentang apa yang diketahuinya tentang istilah JI yang diributkan di Indonesia dalam dialog pagi yang diringkas Hidayatullah Online

Bagaimana menurut anda tentang Baasyir yang dikenal di Malaysia?
Sebenarnya saya ingin memberi penjelasan tantang Jamaah Islamiyah (JI) yang sedang dihebohkan di Indonesia itu. Dan bagaimana sebenarnya dalam perspektif Malaysia.

Saya melihat, andaikata organisasi (JI) itu adalah organisasi yang solid, tentu kita harus mengetahui siapa yang memberi namanya, siapa pendirinya, siapa orang yang menjadi anggotanya. Saya melihat tidak jelas. Siapa yang memberikan nama itu. Sebab, di dalam wacana pers yang ada di Malaysia, yang memberi nama itu adalah koran-koran Malaysia sendiri. Dan ini sudah terkontaminasi oleh… pemerintah Malaysia bahwa inilah JI yang sebenarnya menurut saya JI itu diciptakan oleh operasi intelijen Malaysia sendiri.

Ya, tapi kalau pers sudah berani memberikan nama itu kan mesti ada alasannya. Ada dasarnya untuk menciptakan nama JI itu?
Ya harus diketahui, bahwa hampir sebagaian pers di Malaysia itu adalah milik pemerintah Malaysia. Dan tidak heran sekali bahwa pers Malaysia juga terkontaminasi oleh isu-isu yang dimainkan oleh pemerintah dan operasi intelijen Indonesia. Oleh karena itu saya mengatakan, organisasi JI itu organisasi maya dan itu hanya merupakan kumpulan kelompok-kelompok pengajian yang berada di Johor, Kelantan, yang menurut saya secara organisasi keislaman itu wajar sajalah ada pengajian.

Dan menurut saya, kelompok-kelompok pengajian inilah yang ‘dicap’ pemerintahan Mahathir sebagai JI.

Tapi kan JI tidak hanya dikenal di Malaysia. Pemerintah Singapura juga mengakuinya, juga di beberapa negara lain. Apakah ini rekayasa internasional?

Ya, menurut saya, JI pertama kali adalah rekayasa Mahathir sendiri. Menurut saya, JI adalah pengajian-pengajian yang kebetulan ada di Johor yang berdekatan dengan Singapura. Mungkin ada kelompok-kelompok Islam yang kebetulan datang ke Johor yang waktu Baasyir di Malaysia. Tetapi, kalau JI itu teroris itu terlalu jauh untuk mengaitkan dengan kelompok-kelompok pengajian ini.

Saya melihat bahwa, memang, pengajian-pengajian ini memiliki pemikiran-pemikiran yang radikal. Bukan berarti menggerakkan massa untuk melakukan teroris. Saya kira ini terlalu naïf pemerintah kita mengaitkan JI di bawah ke Indonesia.

Tapi kalau hanya kelompok pengajian, apakah kelompok pengajian seperti itu bisa jadi lawan politik Mahathir?
Sebetulnya begini, ada dua kelompok di Malaysia. Pertama adalah kelompok Mujahidin Malaysia. Ini adalah mahasiswa-mahasiswa Malaysia yang sekolah di Pakistan dan kemudian dia ikut berperang dengan mujahidin di Afghanistan. Dan itu kemudian kembali ke Malaysia. Kelompok inilah yang menjadi bagian dari kelompok partai oposisi PAS (Partai Islam di Malaysia). Nah, oleh karena itu, ketika kelompok-kelompok ini dihantam, maka yang ditangkap pertama kali adalah anak tokoh Ketua PAS sendiri.

Pak Fitrah, kalau anda mengatakan JI tidak ada, tapi ada dokumen yang ditulis oleh seorang penulis dari AS yang menulis struktur lengkap tentang JI dan ada nama Baasyir dalam buku tersebut. Pendapat anda sendiri?

Ya sebenarnya validitas buku itu sendiri juga masih diragukan. Karena kalu kita mengatakan buku itu… partai Mahathir sendiri (Barisan Nasional) pun ditulis oleh buku itu termasuk jaringan al-Qaedah. Walaupun hari-hari terahir ini Mahathir menuntut penulis buku itu.

Untuk itulah, dari sejauh ini saya sanksi Yang kedua, dari segi administrasi (yang ada notarisnya) saya kira itu tidak ada. Yang ada itu adalah kelompok-kelompok Jamaah. Yang kebetulan milik orang Islam yang melakukan pengajian-pengajian di Malaysia. Misalnya ada cita-cita untuk mendirikan negara Islam. Saya kira itu wajar. Cita-cita untuk keadilan, dan saya kira itu wajar.

Pemikiran-pemikiran yang radikal. Tetapi saya tidak melihat keterkaitan antara tuduhan-tuduhan pemerintah Malaysia dan Indonesia itu dengan al-Qaedah. Saya kira sangat naïf sekali. Sisinya mungkin sama, al-Qaedah dengan kelompok-kelompok Islam itu. Saya mengatakan JI itu tidak ada, tapi pemikiran-pemikiran kelompok itu ada kemiripan, saya kira mungkin benar ada.

Baru-baru ini Singapura telah ditunjuk sebagai pusat latihan anti-teror di Asia Tenggara, saya kira, tanggapan pemerintah Malaysia akan seperti apa?

Saya kira Mahathir menyambut positif. Karena Mahathir amat kepentingan untuk politik domestik. Karena, pertama, Mahathir dalam pemilunya kali ini yang akan dipercepat, itu pesaing utamanya adalah partai PAS. PAS itu di sana adalah pesaing UMNO. Bahkan, Barisan Nasional (BN) sendiri mengklaim partai yang paling Islam.

Kedua, saya melihat Singapura dan Malaysia sangat berkepentingan, untuk jangan sampai kelompok radikal ini memiliki massa yang cukup besar. Sebab akan dianggap sebagai kelompok yang membahayakan bagi Mahathir sendiri. Oleh karena itu saya mengatakan, Mahathir akan menyambut positif. Pertama, ini akan menjadi justifikasi dia untuk menghantam kelompok radikal.

Saat ini nampaknya sikap Malaysia itu independen dari pengaruh-pengaruh Amerika ya. Dengan kejadian ini, apakah Malaysia akan semakin dekat atau kliknya AS?
Selama ini secara formal, Malaysia tidak dekat dengan AS. Baik dari segi perdagangan, ekonomis. Tetapi memang satu tahap saya menilai, Mahathir ini benar-benar orang yang brilyan. Satu saat dia memukul AS, satu saat, dia justru memaksakan kepentingan AS.

Selama ini anda melihat apakah kelompok-kelompok pengajian dan kelompok yang memiliki pemirian radikal itu mempunyai kepentingan politik di Malaysia?
Oh ya jelas. Kelompok-kelompok Islam di Malaysia, di Indonesia juga sama, saya kira mempunyai kepentian pertama adalah, keadilan. Saya kira banyak hal yang diungkapkan oleh kelompok-kelompok yang memiliki pemikiran radikal itu adalah sangat wajar sekali. Misalnya ada otoriitarianisme di Malaysia, di Indonesia. Kelompok-kelompok radikal ini di mana-mana ada. Dan hal ini saya kira wajar. Tapi sangat naif, andaikata itu kemudian dicap sebagai JI dan mempunyai keterkaitan dengan jarngan al-Qaedah. Saya kira itu terlalu jauh. Menurut saya, JI itu hanya organisasi yang sangat “maya”.

Apalagi kalau dikait-kaitkan dengan jaringan terorisme?
Ya… saya kira itu adalah grand-design dari AS sendiri setelah pemboman gedung WTC. Dengan menganggap bahwa gerakan-gerakan ini adalah al-Qaedah. Tetapi menurut saya, sampai sekarang juga belum terbukti secara hukum.

Apakah menurut anda grand-design ini telah menjadikan negara-negara Asean menjadi terror?
Ya saya sudah mengatakan untuk bekerja sama masalah terorisme. Kedua, Malaysia sendiri sudah bertekad terhadap gerakan anti teroris. Tetapi bagaimanapun juga saya melihat justru dalam kasus ini Asean –terutama Indonesia– justru menjustifikasi seolah-olah di sini adalah sarang teroris. Seolah-olah di kawasan Asean adalah tidak setabil. Oleh karena itu, pendaftaran Deplu kita tentang JI pada PBB Saya kira itu perbuatan yang sangat naïf dan sangat tidakwab. Apalagi JI itu tidak ada di Indonesia.

Memang belum terbukti tentang Abu Bakar Baasyir dan sosok-sosok yang terlibat dalam kekerasan. Walaupun tidak membuktikan Abu Bakar Baasyir terlibat, wajar tidak menurut anda kalau polisi menyelidiki dengan penangkapan tersebut?
Saya kira sangat tidak wajar.

Lalu bagaimana polisi bisa menyelidiki?
Oleh karena itu saya kira kalau misalnya itu suatu kesalahan hukum, seharusnya kan melalui proses-proses pengadilan. Yang kedua harus dibuktikan secara hukum agar masyarakat tidak bingung dan masyarakat tidak merasa dibohongi oleh polisi. Apa bener, Baasyir itu terlibat dalam JI? Pertanyaan awalnya itu apakah JI di Indonesia itu?

Saya melihat memang Baasyir memang lama di Malaysia. Seperti kelompok-kelompok pengajian yang dengan pemikiran-pemikiran yang sangat cerdas dalam hal politik. Saya melihat terlalu jauh kalau dikaitkan dalam proses wacana terorisme.

Apa implikasinya terhadap negara ini dengan kita mendaftarkan JI sebagai organisasi teorisme?
Pertama citra kita semakin jelek seolah-olah negara kita adalah sarang teroris. Harusnya yang diberikan pemerintah Indonesia adalah mengklarifikasi itu. Bahwa teroris itu tidak ada.

Tapi akhirnya kita tidak menyeret Abu Bakar Baasyir ke pengadilan kan itu juga memperpuruk citra Indonesia di mata dunia internasional. Kenapa kita tidak membiarkan saja pnmbiarkan saja pengadilan nanti yang memutuskan apakah Abu Bakar Baasyir bersalah atau tidak?
Saya kira itu langkah yang paling tepat. Oleh karena itu aparat kepolisian dan kejaksaan harus cepat memproses Baasyir sehingga masyarakat bisa clear, bisa jelas, apakah Baasyir, JI, apakah Baasyir terlibat dalam hal itu. Biar kita tidak dibohongi oleh wacana-wacanaa telah didesign oleh AS

Tapi untuk membawa ke pengadilan kan harus ditangkap lebih dahulu kan pak?
Jelas perlu waktu. (MetroTV/Cha)

http://hidayatullah.com/wawancara/69-dr-alfitra-salam-jamaah-islamiyah-operasi-intelijen-rekaan-mahathir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: