Berselingkuh? Jangan Ah.., dosa…!!!

“…Sebelum bekerja ia adalah seorang istri yang baik dan ibu yang penuh kasih sayang. Semuanya berubah setelah ia bekerja, apalagi sejak gajinya makin besar. Ia memang membantu ekonomi keluarga, namun ia jadi kurang peduli dengan urusan rumah tangga. Ia jadi lebih peduli dengan dandanannya. Yang paling menjengkelkan, kini ia jadi sering berbohong. Bilang lembur, setelah saya cek, ternyata tidak ada. Ia sering pergi bersama teman-temannya. Saya pernah mendatangi kantornya, ia sedang berbicara dengan akrab dan mesra dengan karyawan laki-laki. Saya tegur, ia marah. Saya kehabisan akal. Ingin rasanya menceraikannya, tapi saya merasa kasihan pada anak-anak…”Ini adalah petikan surat yang dikirimkan oleh seorang suami kepada pengasuh konsultasi keluarga di sebuah media massa.

Saat ini, pelaku selingkuh ternyata bukan hanya laki-laki, tapi juga wanita. Ini menarik, biasanya wanita memiliki komitmen, kesetiaan dan rasa iba, serta memiliki pertimbangan emosi yang lebih kuat. Di tahun 2007 Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengungkapkan dari 9 kasus perceraian akibat perselingkuhan, 7 diantaranya dilakukan oleh ibu yang berselingkuh dengan pria lain. Sungguh mengejutkan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa maraknya perselingkuhan, seiring dengan naiknya angkatan kerja wanita. Begitu banyak alasan para ibu untuk bekerja di luar rumah, dari alasan kebutuhan ekonomi, kepentingan masyarakat banyak, juga karena kebutuhan aktualisasi diri. Belum lagi peluang yang diberikan industri malah lebih luas bagi wanita. Di satu sisi, banyaknya wanita yang melangkah ke luar rumah untuk bekerja dapat membantu perekonomian keluarga. Namun di sisi lain, juga kerap menjadi pemicu keruntuhan rumah tangga.

Meski begitu, tidak setiap keluarga yang ibunya bekerja di luar berdampak buruk. Hal ini bergantung pada pribadi ibu dan keharmonisan anggota keluarga. Jika ibu berperan baik dalam menjalankan amanahnya sedangkan keluarganya memiliki pengertian dan dukungan yang baik, niscaya keutuhan rumah tangga akan terjaga.

Selingkuh itu dosa
Selingkuh tak hanya marak, bahkan ia telah menjadi tren pergaulan.  Terlebih di sebuah media, pernah ditulis sebuah judul ”Selingkuh Itu Indah ”. Padahal faktanya, selingkuh terjadi karena adanya dorongan kuat untuk melakukan penyimpangan dan akibat yang ditimbulkan jelas menyengsarakan, tidak ada lagi kehangatan dan canda tawa dalam keluarga. Belum lagi, Islam mengharamkannya. Selingkuh sendiri merupakan perbuatan yang sangat dekat dengan zina bahkan sudah termasuk kategori zina. Sesuai dengan apa yang telah dilakukan. Firman Alloh SWT yang artinya : ”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al-Isra : 32). Lalu, bagian mana dari perselingkuhan yang  terasa indah ?!

Meski tak sampai melakukan zina, tetaplah selingkuh itu haram. Karena yang dilarang Alloh tak hanya zina, tapi semua aktivitas yang mendekati zina. Biasanya sebelum sampai ke wilayah zina, ada perbuatan-perbuatan yang akan menggiring manusia kesana; seperti memandang dengan penuh nafsu, berdua di tempat sepi, membuka aurat dan sebagainya.

Penyebabnya
Setidaknya ada 3 penyebab terjadinya selingkuh, yaitu:

Pertama, kurang harmonisnya hubungan suami dan istri. Kondisi ini disebabkan kurang intensnya komunikasi yang terjalin. Bisa pula masing-masing kurang mendapat porsi mengekspresikan emosinya. Sehingga muncullah ketidakpuasan terhadap suami yang tak terungkap. Harapan, tuntutan, keinginan yang tidak terkomunikasikan bisa membuat seorang istri mencari pemenuhan dari orang lain. Apalagi jika tidak memiliki pemahaman tentang bagaimana seharusnya menjalani kehidupan rumah tangga dan mengatasi persoalan menurut Islam. Debbie Layton-Tholl, seorang psikolog, mengungkapkan bahwa perselingkuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah menikah seringkali bukan karena masalah seksual. Sebagian besar (90 %) perselingkuhan terjadi karena tidak terpenuhinya kebutuhan emosional pasangan.

Kedua, dilanggarnya etika pergaulan dengan lawan jenis. Sebab, sepanjang pandangan dan perkataan tidak dijaga, sepanjang pergaulan tanpa hijab (batas), sepanjang itulah peluang selingkuh terbuka lebar.

Ketiga, suasana keimanan masyarakat yang lemah, serta meluasnya budaya serba bebas. Begitu banyak komunitas yang selalu menciptakan pikiran-pikiran yang mengandung hasrat seksual (fantasi-fantasi seksual), baik dalam cerita-cerita, lagu-lagu, maupun berbagai karya lainnya. Ditambah lagi peran besar media dalam menyebarkan opini tentang kebebasan. Ukuran yang digunakan dalam masyarakat pun berubah yaitu suka atau tidak, bukan lagi halal-haram.Wajar bila semula selingkuh adalah hal yang dibenci, berubah menjadi hal yang biasa.

Kiat Menghindarinya
1.Senantiasa perbaharui keimanan.
Keimanan adalah benteng bagi kita untuk menghindari berbagai kemaksiatan. Meski ada peluang dan kemampuan, Nabi Yusuf mampu menghindari perselingkuhan dengan Zulaikha. Nabi Yusuf benar-benar mendapatkan kesempatan langka, namun ia tidak tergoda (QS Yusuf : 23).

2.Menjalankan kehidupan rumah tangga secara Islami.
Pernikahan adalah perjanjian yang berat (QS an-Nisa’ : 21) yang menuntut setiap orang yang terikat di dalamnya untuk memenuhi hak dan kewajibannya. Islam mengatur dengan sangat jelas hak dan kewajiban suami-istri, orang tua dan anak-anak, serta hubungan dengan keluarga yang lain. Pernikahan haruslah dipandang sebagai bagian dari amal sholih untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya melalui pelaksanaan hak dan kewajiban dengan sebaik-baiknya. Ketimpangan atau terabaikannya hak dan kewajiban; misalnya soal nafkah, pendidikan atau perlindungan, tentu akan mudah menyulut perselisihan yang bisa berpeluang terjadinya perselingkuhan.

3.Atasi berbagai persoalan suami-istri secara Islami dan tidak melibatkan orang lain.
Pernikahan pada dasarnya mempertemukan dua pribadi yang berbeda dan latar belakang yang juga beda. Konflik pun menjadi hal yang mudah terjadi. Dan Islam memerintahkan kepada suami-istri untuk bergaul dengan cara yang baik serta bersabar dengan keadaan masing-masing pasangan; karena boleh jadi di dalamnya terdapat kebaikan-kebaikan. Dan jikalau dibutuhkan orang ketiga untuk membantu menyelesaikan persoalan maka jangan sekali-kali melibatkan lawan jenis yang bukan mahram; seperti teman sekantor, tetangga, atau lainnya. Awalnya mungkin hanya sebatas curhat, tetapi tanpa disadari, muncullah rasa nyaman, saling ketergantungan dan ketertarikan. Bukannya selesai, permasalahan akan makin pelik.

4.Menjaga pergaulan dengan lawan jenis.
Dalam pandangan Islam hubungan antara laki-laki dan wanita bertujuan untuk melestarikan keturunan, bukan untuk seksual semata. Karena itu Islam memerintahkan pria dan wanita untuk menutup aurat, menahan pandangan terhadap lawan jenis, melarang pria dan wanita berkhalwat, melarang wanita bersolek di hadapan laki-laki yang bukan mahram. Islam membatasi hubungan seksual antara laki-laki dan wanita terbatas dalam lembaga pernikahan.

5.Adanya sanksi bagi pelakunya.
Dalam pandangan Islam seorang yang berselingkuh/berzina mendapatkan hukuman yang sangat berat. Jika belum menikah, pelakunya dicambuk 100 kali (QS an-Nuur : 20) dan jika sudah menikah, dirajam. Pemberian sanksi bagi pelaku selingkuh akan memunculkan rasa jera sekaligus sebagai penebus dosa yang dilakukannya. Dan bagi yang lain akan mencegah untuk melakukannya. Tidak adanya sanksi ditambah dengan dorongan seks bebas yang tinggi tentu akan membuat pandangan buruk terhadap selingkuh berubah jadi wajar.

Bisa jadi untuk sesaat, selingkuh memang menyenangkan menurut sebagian orang. Namun harus senantiasa diingat sedikit pun tak ada kebaikan padanya. Tidak hanya di akhirat kita merugi, di dunia pun kehancuran akan menimpa kita dan keluarga. Tak terkecuali anak-anak. Mereka (anak) selalu jadi korban dari pertikaian orang tua.

http://nurulhayat.org/2009/05/29/ibu-berselingkuh-jangan-ah/

2 Tanggapan

  1. http://pabounme.co.cc/67/impulsnaya-dieta.html импульсная диета
    http://insedenland.co.cc/29-09-2010/03-2010.html костюм сауна для похудения
    http://deptyczpit.co.cc/03-2010/kletchatka-dlya-pohudeniya.html клетчатка для похудения
    http://coluze.co.cc/2/28-07-2010.html бессолевая диета
    http://insedenland.co.cc/alan-karr-legkiy-sposob-pohudet/10.html овощная диета для похудения
    http://kingpasscals.co.cc/deystvennie-dieti/496.html рецепты диетических блюд
    http://deptyczpit.co.cc/molochnaya-dieta-dlya-pohudeniya/nuzhno-srochno-pohudet.html нужно срочно похудеть
    http://kingpasscals.co.cc/19-05-2010/dieta-usama-hamdiy.html диета усама хамдий

  2. http://speedetpoi.co.cc/24-05-2010/152.html диета при мочекаменной болезни
    http://pathlucklleg.co.cc/zdorovoe-pitanie-menyu/18-02-2010.html диета abc отзывы
    http://stevosgor1968.co.cc/98/24.html диета гречка с молоком
    http://speedetpoi.co.cc/1/14.html яблочный уксус диета
    http://kingpasscals.co.cc/deystvennie-dieti/27-07-2010.html холестериновая диета
    http://speedetpoi.co.cc/1/176.html турбослим экспресс похудение отзывы
    http://deptyczpit.co.cc/stihi-pro-dietu/52.html диета после родов
    http://loeberswal.co.cc/11-2010/22-07-2010.html дробное питание для похудения

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: