Pesan untuk Petugas Kontra Intelijen Asing

Izinkan saya sedikit menyegarkan kembali catatan tentang ilmu intelijen kepada seluruh komunitas intelijen dan msyarakat Indonesia. Tidak bermaksud menggurui atau membongkar rahasia ilmu intelijen, tetapi sesungguhnyalah ilmu intelijen telah menjadi konsumsi publik di dalam lingkungan bangsa lain, mengapa bangsa Indonesia tidak?

Prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh petugas kontra intelijen asing:

1. Aktif, pro-aktif bahkan dalam posisi menyerang target. Dalam sejarah dunia intelijen, tidak ada operasi kontra intelijen pasif/bertahan yang berhasil sukses.

Karena operasi kontra intelijen beroperasi di dalam wilayah hukum dan kedaulatan negara sendiri, maka harus menggunakan seluruh kekuatan yang ada dalam melindungi informasi dan kepentingan nasional Indonesia.

2. Bersikap profesional. Meskipun kontra intelijen beroperasi di dalam negeri, namun hal ini jangan meremehkan kemampuan lawan yang pastinya merupakan unsur-unsur spionase terbaik yang dikirim sehingga metodologinya juga akan sangat canggih baik dari sisi teknis operasi maupun teknologi pendukungnya. Oleh karena itu, setiap operator kontra intelijen harus profesional dan tidak lengah terhadap trik dan tipuan operasi lawan.

3. Menguasai wilayah operasi, karena kita bermain di kandang sendiri tentunya penguasaaan wilayah secara logika akan lebih baik dari pada intel asing yang beroperasi di negeri kita. Karena itu, jangan malas dan jangan pelit dalam membiayai proses penguasaan wilayah di Nusantara. Hal ini wajib hukumnya bagi unit kontra intelijen.

4. Memahami sejarah pola-pola operasi intel asing di Indonesia. Hal ini diperlukan sebagai pembanding dalam menentukan taktik dan strategi kontra intelijen. Tentunya juga harus terus diupdate dengan perkembangan zaman.

5. Padukan antara pengalaman operasi dan analisa. Seringkali petugas lapangan mengabaikan proses analisa dan terjebak dalam situasi lapangan sehingga dapat terkecoh oleh umpan-umpan intel asing. Oleh karena itu, dalam setiap operasi kontra intelijen, perlu ada waktu sejenak melakukan analisa terhadap operasi yang berlangsung sehingga efektifitas operasi akan dapat dicapai.

6. Kerjasama erat antar instansi keamanan. Pada level pimpinan perlu dibangun kesamaan pandangan dalam melindungi operasi kontra intelijen asing. Sehingga tidak terjadi saling potong antar operator kontra intelijen, misalnya antara BIN, BAIS, Polisi. Apabila terjadi kecelakaan operasi, tentunya harus segera diselesaikan tanpa mengedepankan korps masing-masing, melainkan mengutamakan kepentingan nasional. Dalam pengamatan saya, tampak bahwa ini merupakan salah satu kelemahan utama di Indonesia sehingga operasi-operasi yang bertujuan sama seringkali bertabrakan karena kepentingan unit masing-masing. Bekerjasamalah dan saling menghormatilah !

http://intelindonesia.blogspot.com/2010/04/pesan-untuk-petugas-kontra-intelijen.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: