Setiap Anak Terlahir Jenius

Jangan sekali-kali mengatakan pada anak sebagai sebutan anak nakal, bodoh, dan salah.

VIVAnews – Buckminster Fuller berpendapat bahwa setiap anak terlahir jenius, namun orangtua lah yang memupuskan kejeniusan anak dalam enam tahun pertama.

Tony Buzan, ahli psikologi dari Inggris mengatakan bayi terlahir dengan satu triliun neuron. Terdiri dari 100 miliar sel aktif yang masing-masing sel membuat sambungan ke 20 ribu sel lainnya. Sedangkan, 900 miliar sel lainnya adalah sebagai makanan dari sel aktif tersebut.

Hal itu diungkapkan pemerhati pendidikan Jerry Darmawan Atega saat menjadi pembicara dalam seminar cara mengoptimalkan fungsi otak anak, Minggu, 13 September 2009.

Peran orangtua sangat penting untuk menciptakan anak menjadi semangat dalam proses belajar. Salah satunya, membuat anak menjadi senang dan sukses adalah raut wajah orangtua harus heboh.

“Jangan mengandalkan sekolah dan guru, karena bagaimana pun pendidik utama adalah orangtua dan sekolah yang bagus adalah di rumah,” ungkap Jerry.

Dia menambahkan, jika tidak pernah diberikan stimulasi, setiap harinya ada sekitar 10 ribu-100 ribu sel akan rontok atau luruh dan tak akan bisa kembali lagi. Percaya atau tidak bahwa di usia enam tahun pertama, seorang anak dapat menangkap sampai tujuh bahasa.

“Jangan khawatir kalau diberikan berbagai bahasa nantinya si anak dapat bercampur dalam penggunaan bahasa,” ujar Jerry.

Jerry menuturkan, tiga cara yang untuk mengoptimalkan fungsi otak anak yaitu dengan prinsip 3T. Yaitu tools (sarana). Saat ini sangat jarang orangtua yang secara khusus menyediakan ruangan untuk membaca atau semacam perpustakaan kecil di rumah. Bagaimana seorang anak akan suka membaca sejak usia dini apabila orangtua lebih suka memegang remote televisi daripada memegang dan membaca buku. Mereka secara otomatis akan menyukai benda yang bergerak dan bersuara daripada buku yang sama sekali tak menarik. Jauhkan dan hindarkan anak kita menjadi anak yang visual, artinya nantinya anak yang lebih cepat menangkap setelah melihat daripada membaca. Visual adalah cara instan orangtua untuk mengajarkan anak dalam belajar.

Kedua, time (waktu). Waktu yang efektif untuk bercengkrama dan belajar dengan anak adalah 15 menit atau dengan daya konsentrasi anak hanya 2-3 menit saja. Banyak orangtua yang mengaku tak pernah memiliki banyak waktu untuk anak hanya untuk bercerita, membaca. Momen untuk bercerita kepada anak yaitu saat waktu anak menjelang tidur malam. Karena saat itu gelombang yang muncul adalah alpha, sehingga ketika tidur pun otak tetap bekerja.

Ketiga adalah train (bimbingan). Dalam memberikan pembelajaran pada anak, orangtua harus menjadi model bagi si anak. Guna membangkitkan emosi anak maka orangtua harus ekspresif dalam menyampaikan sebuah cerita. “Jangan kaku seperti robot, karena itu dapat membuat anak menjadi bosan dan tentu saja menjadi tidak menarik,” ujarnya.

Sentuhan orangtua terhadap anak adalah satu hal sederhana yang dapat menyejukkan bagi si anak. Salah satunya cara yang terbukti paling efektif untuk menanamkan kegemaran membaca adalah membacakan buku kepada anak.

Pesan Jerry, jangan sekali-kali mengatakan pada anak sebagai sebutan anak nakal, bodoh, dan salah. Sebab, hal ini dapat menjadikan perkembangan mentalnya terganggu. “Jangan dikira seorang anak yang baru berusia satu atau dua bulan tidak merekam apa yang diucapkan orang di sekitarnya,” tutur Jerry.

Laporan : Wima Saraswati | Bali
antique.putra@vivanews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: