Manajemen Bisnis; 16 Strategi Zhuge Liang (Sixteen Strategies of Zhuge Liang)

1. Memerintah Negara
Menjadi setepat Bintang Utara.
Tahukah Anda bahwa memerintah negara sama seperti mengurus keluarga?
Anda harus memiliki dasar yang benar. Sekali Anda benar, sisanya
tidak akan salah. Dasar dari suatu keluarga adalah kepala keluarga,
dasar dari suatu negara adalah kepala negara. Dalam memerintah negara, pemerintah sama seperti Bintang Utara,
memimpin jalan. Karena itu, kepemimpinan yang kuat dan stabil
serta rencana yang matang merupakan dasar bagi pertumbuhan
suatu negara atau organisasi.
Setiap negara yang kuat dan makmur selalu memiliki penguasa yang bijak.
Seperti Bintang Utara, posisinya harus tetap benar untuk memberikan arah.
Ia yang tak tentu arah, bodoh, dan pengecut, akan gagal dalam apa pun
yang dilakukannya.
Sebenarnya, kepemimpinan yang baik dan mantap tak dapat dipisahkan
dalam suatu organisasi bisnis. Pemimpin harus sanggup menangkap kesempatan
yang muncul dan menyelesaikannya.

2. Hubungan antara Penguasa dan Bawahan
Jadikan rasa hormat dan kesetiaan penghubung antara penguasa dan bawahannya.
Penguasa harus memperlakukan bawahan dengan baik. Bawahan harus melayani
penguasa dengan setia. Penguasa harus memperlakukan bawahan dengan adil.
Bawahan harus melayani penguasa dengan patuh.
Penguasa tidak hanya memerintah bawahan, tapi juga menunjukkan perhatian,
perlindungan dan penghargaan. Seorang penguasa harus baik terhadap bawahan
dan menghormati perasaannya. Bawahan harus menganggap kesetiaan sebagai
kebajikan. Penguasa yang tidak mempercayai bawahan akan berakhir sendirian.
Seorang penguasa yang bekerja dengan dekat dan rajin bersama bawahan akan
selalu harmonis. Ini juga berlaku bagi seluruh eselon dari sebuah perusahaan.

3. Memperhatikan dan Mendengarkan
Menjadi pemimpin yang menguasai situasi dengan baik.
Seorang penguasa harus membuka lebar mata dan telinga agar dapat menguasai
situasi negara dengan baik.
Anda tidak dapat mengatakan berpandangan tajam jika tak bisa melihat
kesulitan bawahn. Anda tak bisa menyatakan berpendengaran tajam jika tak bisa
mendengar rintihan bawahan.

4. Menerima Saran

Menerima ide orang lain.
Kata-kata manis tidak dalam tapi dangkal.
Seorang penguasa bijak harus bisa menerima saran, ide bahkan kritik dari
orang lain. Seorang penguasa yang cakap harus mempunyai pegawai yang jujur
dan lurus di sampingnya. Seorang penguasa yang bodoh hanya memiliki bawahan
yang penjilat di sekitarnya.
Obat yang baik terasa pahit dan saran yang baik juga demikian.
Sungguh terpuji seseorang yang berkedudukan tinggi seperti Kaisar / GM dapat
menerima kritik pedas.

5. Memahami
Memahami masalah sepenuhnya dan membuat batasan antara yang benar dan yang salah.
Pejabat yang setia dan yang jahat berbeda tapi sulit mengatakannya dari penampilan
saja. Orang akan salah jika hanya mendasarkan pada perkataan dan sikap luar saja.
Seorang penguasa harus berhati-hati saat memutuskan apakah benar atau salah.

6. Mengatur Orang
Didiklah rakyat untuk memenangkannya.
Seorang penguasa harus membiarkan bawahannya mengetahui tujuan dan rencananya
sehingga mereka memahami kebijakan pemerintah. Pemerintah harus pertama-tama
mendirikan seperangkat hukum yang jelas. Hukum harus diketahui sampai ke
seluruh negeri. Bila rakyat bersatu, mereka dapat memenangkan pertempuran.
Seorang pemimpin harus membuat rakyatnya mengerti dengan jelas kebijakan
dan tujuan pemerintah. Hanya dengan demikian ia mendapat dukungan dan pengertian
rakyatnya.

7. Pemilihan Orang
Carilah yang berguna dan pekerjakan yang bebakat.
Salah satu cara penting memerintah negara adalah menempatkan orang yang mampu
dan jujur pada posisi kunci untuk mengatasi penjilat yang licik dan penjahat
yang tamak.
Inti dari memelihara kesehatan adalah pengaturan nafas dan membangun energi
vital. Inti dari memerintah negara adalah mencari yang berguna dan mempekerjakan
yang cakap. Negara dengan pemimpin yang cakap adalah seperti rumah yang ditopang
tiang-tiangnya.

8. Evaluasi Kinerja
Promosikan yang berjasa dan pecat yang kurang mampu.
Jika seorang penguasa ingin istananya bersih dari korupsi dan negaranya kuat
dan makmur, penting untuk mengevaluasi kinerja bawahannya.
Kriteria apa yang dipakai dalam menaikkan pangkat atau memecat pejabat?
Kriterianya adalah apakah mereka dapat memberikan kontribusi bagi keberhasilan
organisasi. Sangat berbahaya jika dipengaruhi oleh perasaan dan kesukaan pribadi.

9. Administrasi Militer

Rencanakan dengan baik dan menangkan dengan strategi yang benar.
Memobilisasi tentara, memulai peperangan dan membela negara merupakan masalah
penting yang tak boleh diputuskan tergesa-gesa.

10. Hadiah dan Hukuman
Berikanlah hadiah dan hukuman untuk membentuk pemerintahan yang bersih dan efesien.
Hadiah tak tergantung pada kedudukan tapi jasa Anda. Hukuman harus dilaksanakan
tanpa pengecualian.
Penguasa yang baik akan mendorong orang-orangnya mengemukakan pendapat dengan
memberikan hadiah dan hukuman. Hasilnya, orang-orangnya dapat memberikan bantuan
terbaik dalam usaha menyatukan negara.

11. Saat Emosi
Jangan menuruti emosi.
Seorang penguasa harus tetap bisa menguasai emosinya dan mengendalikan diri.
Seorang penguasa harus berwibawa dan tak cepat marah. Dia boleh menunjukkan
kemarahan tapi tidak kehilangan akal sehat. Ia boleh bergembira tapi tidak
berkelebihan. Ia juga tak boleh tenggelam dalam masalah pribadi dan melupakan
pemerintahan negara.

12. Mengendalikan Kekacauan
Berhati-hati saat menghadapi situasi kacau.
> Apa yang harus dilakukan saat pemerintahan sedang kacau?
Pertama, kurangi jumlah staf dan kenakan disiplin ketat.
> Ok, segera dilakukan.
Jika perbaikan tidak dilaksanakan dengan benar atau terburu-buru,
akan terjadi kekacauan yang lebih besar. Reformasi harus dilaksanakan
dengan hati-hati sesuai dengan kondisi yang ada di negara dan keinginan rakyat.

13. Pendidikan dan Perintah
Koreksi diri sebelum mengeluarkan perintah.
Seorang penguasa yang malas tapi keras terhadap bawahan berarti menerapkan
kebijakan yang buruk.
Seorang penguasa yang tegas pada dirinya sebelum mengeluarkan perintah
kepada bawahan berarti mempraktikkan kebijakan yang baik.
Seorang penguasa yang tidak mempraktikkan apa yang dikatakannya akan
kesulitan menerapkan perintah. Bila perintah tak dilaksanakan akan terjadi
kekacauan.
Penting untuk memberi contoh. Koreksi dirimu sebelum mengoreksi orang lain.
Ini adalah prinsip kepemimpinan yang sederhana dan efektif tapi sering
dilupakan.

14. Menghadapi Kesulitan

Bertindak tepat mengatasi masalah sebelum berkembang.
Negara harus punya hukum seperti keluarga mempunyai peraturan. Hukum dan
peraturan harus dipatuhi sejak dibuat.
Jika melakukan tindakan yang benar sejak awal, tidak akan mengalami begitu
banyak kerugian / kesulitan.

15. Melihat ke Depan
Berpandangan jauh ke depan dan membuat rencana dengan teliti.
Seorang penguasa yang berpandangan pendek atau tidak membuat rencana dengan
teliti akan penuh kecemasan.

16. Pengamatan
Membuat komitmen untuk sukses.
Anda tak perlu pergi ke sungai untuk mandi bila Anda dapat mencuci kotoran
di tubuh Anda sendiri. Anda tak perlu kuda unggulan selama ia dapat berlari
cepat. Seorang penguasa harus menempatkan orang yang berbakat sehingga mereka
dapat melakukan yang terbaik demi negaranya, tidak perduli status ekonomi dll.
Orang yang berbeda memiliki pengalaman dan kemampuan yang berbeda pula. Pemimpin
yang pintar harus mempergunakan sepenuhnya bakat berbagai orang tersebut untuk
mengatasi kesulitan.
Kelihatannya setiap orang memiliki kesempatan untuk berhasil.
Kita tak boleh menyerah begitu saja.

(NN)

Satu Tanggapan

  1. Mantaf sekali postingannya bang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: