SUKA DUKA MENJADI TARUNA AKADEMI MILITER NASIONAL

Kisah ini kami CopPas dari Blog BrigJend (Purn) Nurhana Tirtaamijaya, dengan maksud dan tujuan penyampaian, bahwa ada “dunia” lain yang lebih romantis dan heroic, dari pada sekedar kehidupan hura-hura.

Masa SMP dan SMA adalah masa yang indah dengan segala dinamikanya, setelah itu, adalah masa dimana seorang anak manusia, harus menentukan pilihan hidupnya untuk masa depannya.

Pada saat itu, pilihan kami, setelah lulus SMA, adalah melanjutkan pendidikan di AKADEMI MILITER ( AKMIL / AKABRI ).

Setelah melalui serangkaian tes mental, fisik, ilmu pengetahuan dan keagamaan, selama 3 bulan, 2 bulan di daerah/propinsi pendaftar, 1 bulan di Lembah Tidar – Magelang, kota yg sangat sejuk, di lereng gunung Tidar, akhirnya tibalah saat terakhir, melalui final test, yang disebut PANTUKHIR ( Pemantauan Akhir ), dimana hal tersebut dilakukan oleh beberapa Pati (Perwira Tinggi) dari 3 Matra TNI dan Polri.

Saat itu kami yang telah terseleksi ketat sampai Pantukhir, dibariskan, dengan bertelanjang dada, dengan sikap tegak sempurna. Kemudian berdirilah para Jendral tersebut, untuk memeriksa fisik kami secara proporsional, dan memilih kami.

Calon Taruna yang tidak terpilih, satu demi satu, diminta keluar dan membentuk barisan tersendiri, untuk kemudian di pulangkan ke kota masing-masing.

Tersisalah Calon Taruna yang terpilih, kemudian langsung meneruskan Pendidikan di Akmil/Akabri. Jadilah kami memiliki sebutan CAPRATAR (Calon Prajurit Taruna).

Selanjutnya Selamat membaca…..

“Mohon Ijin Jendral, kami menghaturkan terimakasih atas perkenannya meng-copy tulisan Jendral”

Salam hormat,

Ir. H. Achmad Riawan B.

SUKA DUKA MENJADI TARUNA AKADEMI MILITER NASIONAL

Oleh : BrigJen (Purn) Nurhana Tirtaamijaya

Pendahuluan…

Tulisan ini saya buat khususnya untuk pengunjung blog saya yang setia..Ody yang bercita cita ingin menjadi tentara/militer…Juga semua anak cucu saya dan tentunya bagi pembaca setia blog saya ( walau enggan menulis komentar..) yang barangkali ingin tahu liku liku pengalaman suka duka seorang remaja sipil yang ditempa selama3 tahun 3 bulan di Akademi Militer Magelang….Siapa tahu tertarik dan berminat mengalami sendiri suka duka menjadi tentara yang penuh warna warni, atau memasukan anaknya ke Akademi Militer Magelang….(kita baru bisa merasakan senang dan bahagia kalau pernah merasakan susah dan sedih , demikian juga sebaliknya…Pengalaman sendiri mengalami aneka ragam suka duka kehidupan adalah guru yang terbaik…)

Latar belakang kehidupan saya…

Saya lahir di Jakarta pada saat zaman pendudukan Jepang, tepatnya 11 Agusus 1943, di Gang Kober Jatinegara…anak ke 4 dari 6 orang anak dari seorang ayah yang bernama Yahya Said Tirtaamijaya ( Nama aslinya Mas Said Tirtoamijoyo dari Purwekerto Banyumas Jawa Tengah) dan ibu yang bernama Siti Aminah dari kota Ciamis Jawa Barat…

Ayah saya berprofesi guru dan masuk anggota Muhamadiyah..

Kakek dari garis ayah adalah pejuang RI yang ditangkap Belanda dan dibuang ke Digul, Irian, meninggal dan dikuburkan disana. Ayah saya sejak kecil terpaksa bersembunyi karena dicari Belanda sehingga melarikan diri ke Jawa Barat dengan merubah nama menjadi nama sunda: Yahya Said Tirtaamijaya…..

Sebagai anak pejuang, ayah saya komit tidak mau bekerja sebagai guru dipemerintahan Belanda dan Jepang, karena itu kami sekeluarga hidup sering berpindah tempat karena sembunyi dari incaran Belanda, mengungsi kepelosok daerah terpencil….

Setelah penyerahan kedaulatan RI, Desember 1949, baru kami sekeluarga menetap dengan tenang di jalan Bunut no 29 kota Sukabumi, Jabar…Ayah saya mengajar di Sekolah Guru Bawah…

Menurut cerita orang tua, saya diharapkan lahir sebagai perempuan, karena itu,nama yang disiapkan adalah nama permpuan yaitu: “Nurhana” (katanya artinya Bunga yang bercahaya, campuran bahasa arab dan Jepang)..Karena itu semasa kecil, saya katanya feminine, makanya sering diejek dan dilecehkan oleh kakak laki-laki saya yang sedari kecil lebih jantan…

Tahun 1955 Ayah saya dipindah ke Serang Banten, dipromosikan menjadi Kepala Sekolah Guru Bawah (setingkat SLTP). Selama di Serang Banten saya ditempa dengan kehidupan keras di Serang Banten yang pada saat itu persis sedang merajalelanya para Cross Boys (Geng Pemuda yang senang berkelahi)di Banten….Saya yang tidak suka masuk geng Cross boys (sekarang istilahnya geng preman), menjadi terkucll dari pergaulan pemuda saat itu dan sering jadi korban intimidasi geng cross boys saat itu….

Merasa tertekan dan tidak cocok dengan pergaulan pemuda Serang yang dikuasai geng CrossBoys saat itu, pada tahun 1959, saat naik kekelas 2 SMA, saya nekad pindah ke kota Bogor ikut kaka saya yang kerja di pabrik ban Good Year, untuk belajar ilmu beladiri di School of Self Defense ( disingkat SOSI) pimpinan seorang pakar ilmu bela diri yang bernama Mr Batling Ong..Di Bogor saya belajar lmu bela diri Jiu jit Su, Judo, Tinju dan Gulat selama 2 tahun……

Tahun 1961 saya lulus SMA, melanjutkan sekolah di Fakultas Ekonomi Universitas Pajajaran Bandung…sambil melanjutkan belajar ilmu bela diri di SOSI Bandung……( Karena itu saya bisa menguasai banyak cabang ilmu bela diri )..

Pada awal tahun 1962 saya mulai merasa jenuh dengan berbagai pergaulan remaja masa itu yang masih sarat dengan budaya hura hura dan berkelahi dijalanan secara berkelompok/Cross Boys ( pada saat itu idola remaja adalah James Dean yang membintangi flm West Side Story, film tentang remaja Cross Boys di Amerika Serikat), dan mendaftarkan diri masuk Akademi Militer Nasional Magelang…..

Sambil menunggu hasil ujian masuk ke AMN, saya sempat pulang ke Serang Banten dan kerja sebagai honorer kantor Perhutani di Cilegon Banten selama sekitar 3 bulan…

Oktober 1962 saya dipanggil untuk mengikuti pendidikan di AMN Magelang….maka dimulailah lembaran hidup baru saya, dari seorang remaja sipil yang sangat lugu dan pemalu, dirubah menjadi seorang manusia baru …..

Masa Perpeloncoan

Tradisi perpeloncoan pada saat itu sudah harga mati bagi setiap calon mahasiswa sipil maupun di AMN…..Karena sudah pernah menjalani perpeloncoan pada saat masuk ke Fakultas Ekonomi Unpad Bandung, saya tidak gentar mendengar di AMN juga kami calon Taruna (Catar) harus menjalani masa perpeloncoan selama satu minggu penuh nonstop (7X 24 jam penuh)…

Tapi rupanya perkiraan saya meleset, perpeloncoan di AMN berbeda jauh dengan di Unpad Bandung….kami ditutup mata, dibawa kelapangan terbuka kemudian dikagetkan dengan bunyi ledakan bom yang menggelegar memekakan telinga dan membuat jantung kami seperti mau copot, apalagi disusul dengan bunyi rentetan tembakan terus menerus dibarengi dengan pukulan, tendangan injakan dan pentungan yang dipukulkan mengenai sekujur tubuh kami yang harus merayap sekeliling lapangan bola sambil mencium tanah dan menghirup debu yang beterbangan …..Kepala kami yang mengenakan helm baja terus dipukuli pakai kayu sampai kuping kami tambah pekak. ………

Saya yang tadinya merasa sudah siap mental dan fisik karena merasa cukup terlatih dengan ilmu beladiri yang lengkap selama 3 tahun penuh semasa di SMA dan Universitas, tidak bisa menggunakan kemahiran beladiri saya lagi…begitu ketahuan saya bisa ilmu beladiri, makin lebih dihantam abis abisan, sampai seluruh badan saya sakit, kuping pekak dan mulut saya penuh darah segar…..

Setelah sekitar satu jam dihantam habis habisan dilapangan sepak bola, dengan badan serasa hancur lebur, kami diseret dibawa lari ke kota Magelang dijadikan tontonan masyarakat kota Magelang dengan menggunakan tambang untuk meluncur tebing (togle rope) yang diikatkan keleher kami seoerti kambing yang mau dipotong di tempat pemotongan hewan….

Dibawah terik sinar matahari kami diseret, dipukul sambil dibawa lari, disuruh merayap di solokan pinggir jalan…kami rasanya sudah mau mati kacapaian dan kehausan…sampai akhirnya secara sembunyi sembunyi kami menyedot air solokan menggunakan kain penutup mata yang sudah tercampur dengan darah, agar tidak pingsan kehausan ( yang fisiknya lemah, terpaksa digotong ditandu atau dimasukan ke ambulance diberi tanda pita putih sebagai tanda “pecundang”)….

Saya sanggup bertahan terus lari sekitar 10 km keliling kota dan kembali ke asrama AMN….kemudian setelah kami betul betul habis dan tak berdaya secara fisik dan mental, baru kami diberi “minum dan makan” sesuatu yang namanya makanan dan minuman tapi rasanya tidak karuan…dibuat seperti makanan anjing, menjijikan seperti didalam reality show “fear Factor”….ada yang muntah, ada yang mampu juga masuk perut karena haus dan lapar……

Malamnya baru agak enakan, dibawa kedalam ruangan diajari berbagai lagu kebanggaan AMN, Hymne AMN, Mars dll…..Larut malam kami dibawa ketenda dan tidur diatas tempat tidur lapangan/field bed…begitu nempel di field bed, tanpa buka baju dan mandi, kami langsung tertidur lelap kecapean…..

Hari kedua acara penghancuran fisik dan mental sampai ketitik nol tidak teruang, sedikit lebih manusiawi, karena banyak yang masih dirawat dirumah sakit atau berobat jalan, masih diberi kesempatan penyembuhan dulu…mulai cari tanda tangan dll seperti perpeloncoan di Universitas biasa…

Hari ketiga dan berikutnya mulai digojlok lagi dengan berbagai acara yang melelahkan menjijikan, menjengkelkan hati…Kami sering terpaksa minum air dari bak air di WC yang warnanya keruh karena kehausan…tapi herannya saya gak pernah sakit perut dll, mungkin karena sebelum perpeloncoan kami disuntik anti Tetanus dll…Yang agak berkesan juga adalah waktu kami dengan tutup mata dibawa ke kuburan, disuruh makan telur yang sudah dibuat bau seperti telur busuk dan harus tidur sendirian sambil memeluk batu nisan kuburan sampai subuh dengan mulut bau busuk…

Bermacam-macam acara yang manyakitkan, menakutkan, menjengkelkan, mengharukan, membanggakan, diberikan selama seminggu perpeloncoan, untuk membuat kepribadian bawaan kami hancur lebur, ditekan sampai titik nol…untuk kemudian dibentuk dan diisi dengan kebanggaan cops AMN..(yang lebih dihabisi adalah mereka yang masuk AMN sudah jadi tentara, terutama yang dari corps baret merah/RPKAD, betul betul dihajar habis babisan agar kesombongannya hancur lebur…Demikian juga para anak pejabat tinggi terutama Jendral TNI, bukan dilindungi, bahkan sebaliknya, lebih diperberat…)

Tapi anehnya tidak ada yang mati…heran juga…bagaimana para senior AMN dan pelatihnya mengukur semua kekerasan perpeloncoan demikian berat tapi tidak ada yang mati..paling berat hanya ada yang patah kak atau tangan……( saya jadi heran mengapa di STPDN bisa ada yang mati..).

Akhirnya, hari terakhir kami diberi kesempatan membalas dendam pada senior yang telah memelonco kami denga cara melempar mereka dengan telur dan buah tomat setelah puas balas dendam, kamipun berpelukan seperti layaknya para petinju yang berpelukan setelah selesai pertandingan …

Penutupan dilakukan pada malam hari dengan cara membakar semua atribut perpeloncoan sambil menanyikan berbagai lagu perjuangan dan Hymne AMN….Inilah kehebatan perpeloncoan di AMN…selesai acara penutupan setelah kami menghabiskan waktu dengan menyanyi berbagai lagu perjuangan dan berdoa, semua dendam dan sakit hati kepada para senior hilang sudah, kami justru berbangga hati telah digembleng menjadi manusia baru, seperti kertas putih yang siap untuk dilukis oleh para seniman pembentuk pemuda pejuang di AMN….Kami saling berpelukan dan bertangisan sesama teman dan juga senior yan memelonco kami……suatu akhir yang indah……

Lagu Hymne AMN yang liriknya antara lain berbunyi: “Biar badan hancur lebur, kita ‘kan bertempur…Membela keadilan suci…kebenaran murni…..Dibawah Dwi warna Panji, kami t’lah berjanji …mengorbankan jiwa dan raga, membela ibu pertiwi…….Demi Allah Maha Esa, Kami t’lah bersumpah……Setia membela nusa dan bangsa, tanah tumpah darah….”berkumandang terus kami nyanyikan pada malam penutupan perpeloncoan,merasuk kedalam kalbu, kedalamhati sanubari kami, mewarnai karakter kami sepanjang hayat dikandung badan…(sampai sekarang, kalau saya menyanyikan lagu Hymne AMN, bulu roma dan bulu kuduk saya berdiri dan terbayang saat indah pada malam hari kami menutup masa perpeloncoan di AMN yang sangat berat dan masa 3 tahu 3 bulan di AMN yang penuh suka dan duka, sekaligus masa pengabdian saya di Militer selama 33 tahun penuh suka duka pula..air mata terurai dan ingin rasanya saya kembali kemasa lampau, mengulangi kehidupan yang berat tapi indah….)

Di AMN, tradisi perpeloncoan justru sangat positif bagi perubahan yang mendasar dari seorang remaja sipil yang polos tapi sok merasa serba hebat dan serba tahu…menjadi manusia baru yang menyadari segala kekurangannya dan menyadari bahwa kehidupan militer yang dipilih ini akan sangat berat tapi penuh kebanggaan sebagai pejuang bangsa yang pantang menyerah dan rela berkorban….

Nilai nilai dasar karakter pejuang iilnah yang diberikan selama perpeloncoan, agar siap menghadapi penggodokan berikutnya yaitu masa latihan basis militer yang akan berjalan selama 3 bulan penuh…
—end part 1—

Part 2
Setelah selesai menjalani masa perpeloncoan selama seminggu penuh secara nonstop yang telah membuat fisik dan mental kami berada dititik nol, seperti kertas putih yang siap untuk dilukis oleh para pelatih di AMN, kami tetap ditampung didalam tenda latihan militer dan tidur diatas field bed/tempat tidur lapangan, yang masing masing tenda memuat 30 orang, melakukan persiapan menjalani latihan basis militer selama 3 bulan penuh non stop dilapangan…

Kami dibagi/diberi berbagai perlengkapan perorangan lapangan (disingkat Kaporlap) berupa antara lain: Senjata api laras panjang/senapan jenis Garrand yang masih baru, sepatu lars/lapangan, kaos kaki, pakaian dinas lapangan (disingkat PDL), kopel rim/ikat pinggang militer, webbing set/drag rim(semacam rompi untuk menggantungkan ransel, granat tangan dll), ransel latihan, plunyesak/tas tempat menyimpan kaporlap terbuat dari kain terpal, helm luar terbuat dari baja, helm dalam terbuat dari ebonite/plastic komposit, pakaian dalam dan perlengkapan mandi dan kesehatan perorangan lainnya….

Kami bangga sekali menerima semua perlengkapan latihan tersebut, apalagi setelah kami diajari memakai semua peralatan dan perlengkapan latihan militer tersebut, rasanya kami sudah menjadi tentara betulan….semua rasa sakit disekujur badan akibat menjalani perpeloncoan segera sembuh dalam waktu singkat dan hanya dalam waktu sekitar seminggu kami sudah siap menjalani latihan basis militer yang sebenarnya, yang tentunya jauh lebih berat dan berbahaya dari masa perpeloncoan….Tidur diatas field bed didalam tenda yang dingin tertiup angin malam dan hujan deras dimalam hari dan panas pengap disiang hari, serasa tidur diatas kasur busa didalam hotel yang bagus dan menyenangkan….

Kegiatan rutin harian kami umumnya sebagai berikut:

* Terompet bangun pagi ditiup sekitar jam 4.30, kami segera bangun, ada yang segera sholat subuh, ada yang langsung memakai pakaian olah raga senam pagi, ada yang buang air dulu, macam macam kelakuan kami..
* Jam 4.45 apel senam pagi, dilanjutkan dengan senam pagi militer dan lari keliling lapangan.
* sekitar jam 5.15 latihan senam pagi selesai, dilanjutkan dengan buang air besar/kecil, mandi dan segera memakai perlengkapan perorangan latihan ( sepatu lars/boot militer, pakaian seragam hijau militer, kopel rim lengkap dengan webbing set/drag rim dan ransel punggungnya, helm luar dalam, dan kumpul lagi dibarisan untuk pergi makan pagi di tenda tempat makan yang jaraknya cukup jauh…..kami pergi ketempat makan dengan berlari dalam barisan sambil bernyanyi lagu mars militer….
* makan pagi sekitar jam 6 sampai 6.15…selesai makan, lari lagi balik ketenda penampungan untuk persiapan apel pagi ….

Sebelum apel pagi kami semua sibuk membersihkan Kaporlap dan senapan masing masing (tidak boleh tertukar, kami harus menghapal nomor serie senjata masing masing)….Jam 07.00 kami mulai lagi kumpul dalam barisan dan melakukan apel pagi…..

Acara apel pagi biasanya saat yang mendebarkan karena kami diperiksa dan ditest macam macam, mulai dengan pemeriksaan kebersihan dan kerapihan sepatu (harus bersih dan disemir mengkilap), cara pemakaian webbing set dan ransel, helm, dan terutama senjata dan larasnya harus selalu bersih dan mengkilap…..dalam apel pagi ini selalu saja ada kesalahan dan terkena hukuman, baik perorangan mapun kolektip…bisa berupa tindakan disiplin fisik berupa push up, sit up, scout jump, lari keliling lapangan apel, merayap dilapangan apel, dlsb…tindaka disiplin dengan pukulan dan tempeleng jarang dilakukan kecuali yang atas kesalahan yang sangat berat dan keterlaluan….Semua tindakan disiplin bertujuan memperkuat fisik dan mental kami..(Tapi tidak ada pemukulan yang bersifat penganiayaan dan hukuman sewenang wenang serta pelecehan seperti di STPDN)..

* Apel pagi dengan berbagai pemeriksaan, tindakan disiplin dan berbagai test menghapal nomor senjata masing masing, menghapal Sumpah prajuit, Sapta Marga, Pancasila, 8 wajib Abri dll, biasanya berlangsung sekitar 1-2jam, tergantung situasi dan jadwal latihanberikutnya hari itu..

Selesai apel pagi dilanjutkan dengan materi pokok latihan militer yang semuanya bertujuan untuk menempa kekuatan fisik dan mental kami…sema perpindahan tempat selalu denga berlari dengan memegang senjata didepan badan, tidak boleh ditenteng atau dipiul dipundak…

Semua perlengkapan perorangan, termasuk helm luar-dalam tidak boleh dilepas kecuali waktu makan, buang air besar, dan tidur….

* Makan siang dilakukan antara jam 13.00, paling lambat jam 15.00, tergantung kegiatan latihan. Tempatnya juga tergantung jadwal latihan. Kadang kadang ditenda makan, kadang kadang di lapangan,kadang kadang berbekal ransum tempur..

* Sore hari tetap ada latihan sampai jam 18.00..
* Malam hari kadang kadang juga ada latihan, biasanya sampai jam 23.00.
* Kalau tidak ada latihan malam, terompet berbunyi jam 21.30 dilanjutkan apel malam biasanya didalam tenda, disamping tempat tidur masing masing berpakaian PDL tanpa helm dan ransel, hanya topi lapangan dari kain, sambil dilakukan pemeriksaan oleh pelatih, atau kadang kadang dilakukan secara berbaris diluar tenda berpakaian PDLT. Biasanya ada saja alasan pelatih untuk menghukum kami baik secara perorangan ataupun kolektip…Hukuman kolektip biasanya dilakukan kalau yang membuat pelanggaran disiplin jumlahnya banyak, atau karena pada siang harinya jadwal latihan agak ringan..( biasanya selesai apel kami dihukum berpakaian PDLT membawa senjata dan lari keliling kompleks AMN).
* Selesai apel malam dengan berbagai acara tambahannya, kami bisa istirahat tidur, kecuali yang terkena giliran jaga malam, tiap tugas jaga lamanya satu jam.
* Pada saat mejelang tidur, kami harus selalu mempersiapkan Kaporlap kami ditempat yang aman dan cepat diraih dan dipakai kalau tiba tiba ada acara latihan pendadakan ditengah malam/apel luar biasa, berpakaian PDLT lengkap bersenjata…
* Selama latihan basis militer semua kegiatan selama 24 jam dipimpin dan diawasi langsung oleh tim pelatih dari militer aktif/efektif, bukan para seniorTaruna AMN yang memelonco kami..

Latihan pokok basis militer antara lain adalah:

* Latihan Peraturan Baris Berbaris ( PBB)
* Latihan gerakan perorangan militer( sikap tempur, berlari siksak, tiarap, berguling, merayap dll)
* Latihan memberikan komando/aba aba baris berbaris dan kegiatan militer lainnya/upacara.· Latihan lari lapangan berseragam Pakaian Dinas Lapangan Tempur/PDLT (lengkap dengan membawa senjata dan ransel punggung yang diisi beban sekitar 15 kg), sekitar 5-10 km, berjalan kaki jarak jauh dilakukan sekitar 3 X dalam seminggu..

· Latihan jalan jarak jauh/long march dengan seragam PDLT sejauh 10-15 km dilakukan sekitar seminggu sekali..

· Latihan jalan kaki jarak dekat antara 5-10 km berseragam PDLY hampir setiap hari..

· Latihan menembak dengan berbagai senjata tempur, sekitar 3x dalam seminggu.

· Latihan naik-turun tebing, meluncur tebing, merayap tambang, merayap dibawah kawat berduri sekitar seminggu sekali.

· Latihan lari melewati halang rintangan ( melewati berbagai rintangan dilapangan sejauh sekitar 200 meter, berupa rintangan papan tegak, melompati parit berair, berayun tambang, merayap dibawah kawat berduri dll..) dilakukan dua minggu sekali.

· Latihan How To Find The Fighter, berupa rangkuman berbagai jenis latihan yang digabung jadi satu dalam medan yang sangat berat sejauh sekitar 10 km ( lari lintas lapangan/cross country, naik tebing, turun tebing, meluncur tebing, merayap tambang, merayap dibawah kawat berduri sambil ditembakipeluru tajam diatas kepala, menembak berbagai senjata, lempar granat, dll) sebulan sekali..

· Latihan pengenalan berbagai peralatan tempur, bongkar pasang berbagai senjata api, granat, mortir, bahan peledak dll seminggu sekali..

· Latihan menembak berbagai jenis senjata dan caliber serta lempar granat seminggu sekali

· Latihan Prajurut Malam ( How to Find The Fighter malam hari ) sebulan sekali.

· Latihan berenang milter seminggu sekali.

· Latihan gali lubang pertahanan dan tidur didalam lubang pertahanan yang terendam air, sebulan sekali

· Latihan perkelahian sangkur seminggu sekali.

· Latihan beladiri militer seminggu sekali.

· Latihan melewati haling rintangan dan merayap dibawah kawat berduri sambil dihujani tembakan peluru tajam dan ledakan bahan peledak yang ditanam sekitar medan latihan, hanya sekali selama basis militer, dilakukan sebagai salah satu latihan penutupan yang sangat berbahaya ( ada beberapa teman seangkatan saya yang tertembak menderita luka tembak, ada yang terkena ledakan bahan peledak, pingsan ketakutan, beruntung tidak ada yang meninggal dunia).

· Latihan lain lain yang bersifat latihan teori, pembinaan mental ideology dan mental spiritual..(menghapal Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dll).

Disamping latihan fisik yang sangat berat, yang biasanya sangat menderita adalah kalau terkena giliran jaga barak pada malam hari pada saat semua tidur, padahal siangnya baru selesai latihan berat..masing masing terkena giliran satu jam….kalau ketangkap ketiduran pada saat jaga malam hari, hukumannya berat, bisa direndam didalam kolam air dimalam hari, atau naik gunung Tidar( berlokasi persis di sebelah kompleks AMN, tingginya sekitay 200 meter), berpakaian PDLT sambil membawa senjata..

(Ketangkap tertidur pada saat tugas jaga dimedan pertempuran, diancam hukuman mati…Karena sangat membahayakan keamanan nyawa seluruh pasukan yang sedang istirahat/tidur…)

Saat yang menyenangkan pada masa latihan basis militer adalah bila terkena giliran jaga kamar/tenda penampungan siang hari pada saat teman teman berangkat latihan, bergiliran, biasanya sebulan sekali, juga pada saat latihan latihan menembak, berenang militer dan beladiri militer…

Selama latihan basis militer, tidak ada hari libur…

Paling menyenagkan tentunya pada saat upacara penutupan latihan basis militer dan kami dilantik menjadi prajurit Taruna AMN dan dibagi perlengkapan perorangan Taruna AMN dengan segala atributnya yang menjadi kebanggaan Taruna AMN saat itu…( Pada tahun 1962, saat saya dilantik menjadi Prajurit Taruna AMN, predikat Taruna AMN masih sangat manjadi dambaan dan idola pemuda pemudi rakyat Indonesia,,,tidak seperti sekarang..).

Selesai upacara pelantikan menjadi Prajurit Taruna AMN, pembinaan sehari hari diluar jam kerja di AMN, diserahkan kembali kepada senior yang menjadi Kelompok Komando Corps Taruna AMN, tapi tetap ada pengawasan ketat dari para pelatih dan pembina yang berstatus sudah militer aktif.

Sebagaian dari para pelatih militer aktif ini adalah perwira lulusan AMN juga seperti Lettu INF Eddy Sudrajat /Danki Taruna( Almarhum, terakhir Jendral TNI, Pangab), Kapten Inf Rudini /Perwira Operasi(Almarhum, terakhir Jendral TNI Mendagri), Kolonel Kav. Soesilo Soedarman/Dan Men Taruna ( Almarhum, terakhir Jendral TNI, Menparpostel), Brigjen TNI Soerono/Gubernur AMN ( almarhum, terakhir Jendral TNI, Pangab).

Selesai pelantikan kami diberi izin cuti pulang kerumah selama seminggu, resmi sebagai Prajurit Taruna AMN. Saya pulang kerumah orang tua di Serang Banten dengan penampilan yang 180 derajat berbeda dari saya sebelumnya…lapor kepada orang tua yang menyambut dengan penuh kebanggaan….itulah saat yang paling indah dalam kenangan sebagai Taruna AMN,memberi kebanggaan kepada seluruh keluarga, terutama ayah saya yang sangat mendambakan anaknya masuk AMN (padahal beliau sendiri berprofesi sebagai guru…)…

Sekian dulu cerita episode 2 tentang laithan basis militer…..

Selanjutnya akan saya ceritakan suka duka sebagai Taruna AMN pada tahun pertama (Kopral Taruna)…

—end Part 2—
Part 3
Tahun pertama di AMN, kami diberi pangkat Kopral Taruna, status hukumnya nya sudah berlaku Peraturan Disiplin Tentara, Hukum Disiplin Tentara dan Hukum Pidana Tentara…

Status kepangkatan Taruna AMN adalah satu tingkat dibawah militer yang sudah berdinas aktif (mereka disebut militer aktif/efektif). Jadi dalam Peraturan Penghormatan Tentara, Kopral Taruna wajib menghormat kepada setiap tentara aktif yang berpangkat Kopral keatas…Penghormatan wajib dilakukan minimal pada jarak 6 langkah, sambil memalingkan kepala kita kepada yang dihormati…

Setiap taruna AMN harus selalu memberikan penghormatan kepada sesama taruna ataupun militer aktif, bila berpapasan dijalan, walaupun pangkatnya sama, apalagi kepada senior…Kalau melanggar, seniornya berhak memberikan tjndakan disiplin berupa push up, atau sit up atau scout jump atau lari keliling lapangan, saat pelanggaran terjadi…,Jadinya, dalam 24 jam hidup di asrama Taruna AMN, setiap kopral taruna harus melakukan penghormatan ratusan kali..

Diluar jam kerja, selesai apel siang, pembinaan kehidupan corps taruna AMN, diberikan sepenuhnya kepada Kelompok Komando Corps Taruna, yaitu taruna tingkat tiga ( berpangkat Sersan Mayor Taruna) yang dipilih dan ditunjuk oleh Gubernur AMN. Organisasi resmi ini disebut “Kelompok Komando Corps Taruna AMN”…

Personil kelompok komando ini dipilih dari taruna tingkat 3 yang prestasinya selama tingkat 2 sangat menonjol, baik dibidang fisik, intelektual akademi dan mental kepribadian.

Struktur organisasi Kelompok Komando Corps Taruna AMN, meniru struktur Kelompok Komando Pelatih dari militer aktif, yaitu:

Pokdo Men Cor Tar (Kelompok Komando Resimen Corps Taruna),

Pokdo Yon Cor Tar (Kelompok Komando Batalyon Corps Taruna),

Pokdo Ki Cor Tar ( Kelompok Komando Kompi Taruna ),

Pokdo Ton Cor Tar ( Kelompok Komando Peleton Corps Taruna).

Para personil yang duduk dalam Kelompok Komando Corps Taruna ini memiliki hak sepenuhnya sebagai atasan didalam Peraturan Disiplin Tentara, walau terhadap sesama tingkat tiga tetapi hierarkhi dalam organisasinya berbeda.

Seorang Serma Tar yang menjabat Komandan Peleton Corps Taruna, wajib memperlakukan Sermatar yang menjabat Komandan Kompi Corps Taruna- keatas, sebagai atasannya didalam penghormatan dan pengambilan keputusan.

Karena itu Kelompok Komando Corps Taruna ini sangat berwibawa dan dihormati didalam kehidupan kampus semua taruna AMN, baik didalam maupun diluar kompleks kampus AMN…( bukan ditakuti atau dibenci oleh bawahannya seperti di STPDN…)

Para personil Kelompok Komando Corps Taruna tersebut, tetap diawasi dengan ketat oleh Pembina dari militer aktif, yang tentunya tidak kalah berwibawanya, karena mereka berhak menghukum semua taruna AMN, termasuk Kelompok Komado Corps Taruna ini, mulai paling ringan sampai pemecatan…

Para taruna tingkat satu, kurikulumnya 60% pelajaran praktek militer, 40 % teori disiplin ilmu militer dan sipil. Pada umumnya tingkat satu diberikan pelajaran teori dan praktek semua tugas militer aktif yang berpangkat prajurit aktif (pangkat terendah), termasuk bertugas jaga di pos jaga kompleks kampus AMN pada hari libur, secara bergantian..

Bobot penilaian prestasi di AMN, berbeda dengan di perguruan tinggi sipil. Di AMN, bobot kwalitas mental kebribadian (kejujuran,keadilan, disiplin, tanggung jawab, bekerjasama, kepedulian, loyalitas, keuletan, integritas, dedikasi, kepemimpinan, visioner) diberikan sangat besar yaitu sebanyak 50%, dibanding dengan bobot penilaian prestasi akademi yang 25 % dan fisik yang 25 %…

Jadi, walapun kalau dilihat secara kasat mata latihan fisik di AMN, terutama tingkat satu sangat berat, tapi sebenarnya, justru bobot penilaian nya tertinggi adalah kepada sikap mental taruna setelah digenjot latihan sangat keras, apakah dia menjadi bertambah buas, liar, balas dendam kepada yuniornya, atau justru menjadi manusia yang tangguh, tanggon, trengginas tapi berbudi luhur…( ini bedanya dengan di STPDN…..)

Walau kami tingkat satu dijadikan obyek latihan kepemimpinan oleh para senior di AMN, kami sama sekali tidak ada rasa dendam dan ingin membalasnya kepada para yunior kami setelah kami tingkat tiga….kami justru selalu menghormati, mengagumi senior kami, bagaimanapun kerasnya, karena kami sadar itu semua dalam rangka mendidik kami diluar jam dinas agar menjadi taruna yang tangguh, tanggon, trengginas, tapi berbudi luhur..

Diluar perpeloncoan, kami tingkat satu tidak pernah mendapat perlakuan pelecehan, penghinaan, apalagi penganiayaan fisik dan mental dari para senior kami….semua tindakan disiplin yang diberikan memang untuk pembinaan fisik dan mental kami juga….( ini benar lho, bukan ngecap…I tell the truth..only the truth…)

Diluar kegiatan kurikulum, tingkat satu juga diberikan kesempatan untuk memilih kegiatan extra kurikulum seperti kesenian, olah raga umum, olah raga militer, olah raga bela diri, drum band,music Band, menulis majalah dll…

Saya pribadi memilih extra kurikulum olahraga bela diri Judo dan kegiatan Drum Band Qanka Lokananta..Saya pilih Judo, karena memang itu hoby saya sebelum masuk AMN…… Pilih Drum Band Qanka Lokananta, karena ini adalah Ikon AMN, bahkan ikon TNI AD, bahkan Nasional, karena sering digunakan dalam berbagai event penting nasional di Jakarta seperti pada parade pembukaan Conefo, Ganefo, 17 Agustus, 10 November, 5 Oktober dll…Saya memang pengagum Drum Band Qanka Lokananta, salah satu Drum Band Nasional terbaik disamping Drum Band dari AAL dan AAU (waktu itu belum ada Drum Band Akpol maupun Marching Band sipil…)

Pemilihan kedua kegiatan extra kurikulum ini sebenarnya terlalu memberatkan diri saya secara fisik dan akademi/intelektual……Bayangkan, latihan drumband dilakukan rutin semingu tiga kali, pagi hari sebelum masuk kuliah ( jam 06.00-0700)…akibatnya, saya harus bangun dan makan lebih pagi, lalu latihan drumband, dimana teman lain yang bukan drumband mempersiapkan diri belajar untuk menghadapi ulangan hari itu….sehingga pada mulanya sering nilai akademi/intelektual saya kedodoran merah….

Apalagi kalau ada kegiatan main drumband keluar kota seperti Jogya, Semarang, Solo, Jakarta dan harus meninggalkan ujian akademi (kebetulan saya mulai tingkat satu sudah terpilih sebagai peman inti drumband sebagai pemukul genderang, dipenjuru depan kiri ( posisi penting dan strategis)……Terpaksa saya harus ujian susulan sendirian….Berat…Tapi karena hoby dan ada kebanggaan, saya terus bertahan….( Sampai akhirnya pada saat tingkat tiga, saya terpilih menjadi pemimpin drumband/Stick Master/Mayorete dari Drum Band Qanka Lokananta..)

Kegiatan olah raga bela diri judo, dilakukan sore atau malam hari, seminggu sekali, dilatih oleh Profesor Makino dari Jepang,,,saya terpilih menjadi tim inti judo AMN dalam setiap pertandingan keluar…Sebenarnya kegiatan judo ini juga menjadikan saya semakin repot….pagi hari latihan drumband, sore hari judo….( kalau saya pikir sekarang, saya sendiri aneh..kok saya mau dan bisa bertahan dengan semua kegiatan ini, kok saya tidak sakit atau gagal..mengapa tidak santai saja seperti teman lain yang extra kurikulumnya pilih kesenian atau music band???…mungkin inilah pilihan hati sanubari saya… bukan akal fikiran saya yang menghitung untung rugi…).

Sering akibat latihan judo yang penuh latihan bantingan, kaki saya terkilir dan terpaksa jalan dan lari dalam barisan sambil terpincang-pincang….( gila bener saya waktu itu, kok mau ya….mungkin karena saya masih muda, usia sekitar 20 tahun…gak pikir cape atau takut celaka….pokoknya jalani aja, gimana nanti…kalau harus mati ya biar aja, itu yang ada dalam fikiran saya waktu itu…saya demikian bangga bisa masuk AMN dan rela mati dalam latihan…tapi aneh nyatanya malah bisa hidup segar bugar sampai sekarang….)

Dari uraian saya diatas, apakah para pembaca masih setuju dengan pernyataan beberapa pakar pendidikan di Indonesia yang mengatakan bahawa kasus penganiayaan dan pembunuhan terhadap yuniornya di kampus STPDN adalah akibat meniru system pendidikan di Akademi Militer..???

Pertanyaan dalam hati saya adalah system pendidikan Akademi Militer yang mana???…tolong jelaskan !!!, karena di AMN tidak demikian….Tapi saya malas beradu argumentasi di media massa, karena itu saya tulis auto biografi ini, biar pembaca tahu secara pasti tentang AMN dan tentu hasil didiknya… Sekedar sharing about true story….

Biar besok langit akan runtuh, kebenaran dan keadilan tetap harus ditegakan…biarlah saya menegakan kebenaran dan keadilan dengan cara menuis di blog ini saja…karena saya sudah menjadi masa lalu kehidupan sekarang…..saya sekarang hanyalah lasykar tak berguna (kata orang Malaysia….)..

Demikianlah, tulisan ini saya sajikan, agar dapat menjadi suatu motivasi bagi anak-anak kita, untuk lebih mempunyai nilai juang dalam kehidupan mereka di masa yang akan datang.

Ditulis Oleh : Brigjend (Purn) Nurhana Tirtaamijaya

http://tirtaamijaya.wordpress.com/about-nurhana-tirtaamijaya/

16 Tanggapan

  1. wah..sampe merinding bacanya.
    sadis tp hebat ya,ko bs y d STPDN pd tewas d akmil g?!!
    pokonya bangga bgt deh sama TNI🙂

  2. nice artikel..visit our blog:
    dipoteknikmagelang.blogspot.com

  3. Sungguh luar biasa pendidikan AMN, betapa perjuangan untuk meniadakan diri dilakukan benar-benar secara fisik dan mental yang maksimal.. Saya termasuk sangat bangga kepada Bapak-Bapak di TNI yang gagah dan Cerdas, ujung tombak para calon Pemimpin Bangsa ini.

    Semoga Engkau ( TNI ) menjadi pejuang kebenaran sejati yang membawa kemakmuran Bangsa Indonesia ini.

    Salam Untuk Negeri.

  4. Dear Rekan Netter

    Salam perkenalan, dengan kerendahan hati, kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan masyarakat Indonesia kepada EAGLE sebagai salah satu Sepatu Olahraga Terbaik Indonesia , Kategory Sepatu Olahraga , pada TOP 250 Indonesia Original Brands 2010 versi majalah SWA ( Ref. No.09/XXVI/29 April – 11 Mei 2010 ) atau bisa klik link ini :

    http://swamediainc.com/award/2009top250originalbrand/index_13.html

    Kami mengundang anda bergabung di ( klik link ini ) :

    http://www.facebook.com/pages/Eagle-Sepatu-Olahraga-Indonesia/109563115758931?v=wall&ref=sgm

    Terima kasih

  5. di AKMIL, betapa beratnya latihan serasa kematian telah diambang pintu, tapi para pajuritnya tetap tegar berdiri tegak sepanjang hayat,
    lain di STPDN, belajar sambil bermain ibarat play group justru kematian datang menjemput yang sama sekali tak terlintas dalam benak prajanya

  6. LUAR BIASA !!!😀

  7. Trimakasih pak telah mau berbagi ceritanya dengan kami anak bangsa,
    hm
    keinginan saya jd tambah kuat untuk masuk AKMIL ataupun AKABRI,
    itu cita2 dan keinginan saya,
    mudah2ahn bisa terwujud.
    AMIN…….

  8. Semangat juang yang harus ditiru dan diteladani oleh generasi muda saat ini

  9. SAYA SANGAT KAGUM PADA SEMUA PERAJURIT AKDEMI MILITER, YANG SELALU SEMNGAT DALAM MEMBELA NEGARANYA ^TANAH AIR IBU PER TIWI^…… SAYA SANGAT NGIN MENJADI SEORANG PERAJURIT YANG BERBAKAT

  10. trimah kasih pengabdi,
    jaya slalu buat pengabdi
    pengalaman yg efektif buat saya ketahui.

  11. Assalamualaikum…..trimakash ats penjelasan dan berbagi pengalaman nya kepada kami… Mohon maaf,td bpk bilang pemuda sekarng tidak seperti dulu yang keinginan serta kebanggagan untuk masuk AMN.. Menurut saya jaman dulu lebih mudah dan tidak menggunakan biaya…lain dengan sekarng biar orang mampu dalam segala hal kalo bukan anak pejabat dan ga punya segudang uang ga bs jadi…. Salut untuk para TNI semoga yang sudah jd tidak menggunakan nya utuk di jalan yang benar…. Terus lah berjuang demi bangsa dan negara tercinta REPUBLIK INDONESIA..

  12. akmil adalah cita2 saya semenjak kecil..

  13. 0m,slm kenal kenal,saya bermaksud menggali informasi tentang seragam dan atribut sermatar ditahun 60an om,saya bermaksud membantu kakak teman saya yg ingin memberikan kado ulang tahun berupa sebuah film pendek tentang masa2ayahnya menjadi seorang taruna.. ayahnya seorang pensiunan brigjen yg dl sekolah diakmil.krn kado ini sifatnya surprise jadi saya tidak bisa bertanya langsung ke ayah teman saya ,takut ketahuan jdnya ngak surprise lagi deh hehehehe…..informasi yg ingin saya ketahui adalah,apa saja atribut utk sersan mayor taruna?lalu apakah atribut itu mengalami perubahan di masa skrng?kkalau mengalami perubahan atribut dulu seperti apa ya om?apakah sermatar tahun 60an juga memakai name tag diseragam pdh nya?lalu apakah celana seragam pdl sermatar thn 60an ada kantongnya dibagian bawah kanan kirinya?bnr ngak om kl dulu itu seragam pdhnya wrn coklat dgn topi bentuk peci lalu seragam pdlnya wrn hijau-hijau?terakhir hemm,kl pas tidur dibarak seragamnya apa ya om,apakah benar memakai kaos polos hijau n celana pendek kolor warna hitam?trimakasih atas infomasinya ya om.

  14. om,maaf ada yg lupa,seragam dan atribut sermatar yg saya tanyakan adalah utk angkatan darat om.skali lg trimakasih ya om

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: