Bagaimana Sikap Jika Suami Marah-marah ?

1. Dengarkan. Biarkan suami mengungkapkan apa yang dirasakannya. Jika Anda terlalu cepat memotong atau menghentikannya hanya untuk berusaha membela diri, maka apa yang Anda lakukan hanya akan memperburuk keadaan. Tunggu hingga dia selesai bicara. Dengan berusaha untuk mendengarkan dengan sebaik mungkin, Anda akan dapat memahami permasalahan dengan lebih mudah. Jika Anda belum juga mengerti, Anda bisa saja bertanya, setidaktidaknya Anda tidak hanya sekadar membalas kemarahan suami dengan kemarahan Anda.

2. Tetap Tenang. Tidak ada gunanya membalas kemarahannya dengan luapan emosi Anda. Ingatkan kepada diri Anda sendiri bahwa dengan membalas kemarahan suami, berarti Anda gaga) mengendalikan emosi Anda sendiri.

3. Biarkan. Namanya juga sedang emosi. Biarkan dia mengungkapkannya hingga is merasa legs. Anda tidak perlu menghentikan luapan emosinya, karena dengan membiarkannya, maka Anda dapat lebih banyak mengumpulkan informasi mengenai apa yang sebenarnya telah memancing kemarahan suami.

4. Bertanggungiawab, jangan biarkan ego menguasai pikiran Anda. Mungkin saja suami marah
karena sesuatu yang Anda lakukan, tapi mungkin juga tidak. Jika Anda memang bersalah, coba saja mengakuinya dan berusahalah untuk memperbaiki kesalahan yang telah Anda perbuat.

5. Perlu Beristirahat? Setelah dia selesai meluapkan emosinya, jangan segera berbalik mendampratnya. Biarkan suami menenangkan dirinya, sementara Anda juga melakukan hal dan suami sudah merasa jauh lebih tenang, barulah Anda dan suami berusaha untuk mendiskusikannya baikbaik.

6. Setuju atau Tidak?
Jika Anda dan suami sama-sama keras kepada, mungkin tidak mudah untuk berusaha menemukan jalan tengah dari dua pendapat yang berbeda. Jika demikian, lebih balk Anda dan suami sama-sama menerima bahwa Anda dan dia memiliki pendapat yang berbeda. Suami tidak harus selalu menyetujui pendapat Anda, dan demikian juga sebaliknya, namun hal tersebut tidak harus selalu menjadi masalah.

7. Penting atau Tidak? ~ Tanyakan kepada diri Anda sendiri, apakah apa yang menjadi bahan pertengkaran merupakan hal yang penting dan patut dipertengkarkan atau tidak? Terkadang masalah kecil bisa menjadi bahan pertengkaran yang maka dahsyat. Untuk itu, berusahalah untuk menemukan solusi, dan bukan justru membesar-besarkan masalah.

8. Terlalu Banyak Menahan Perasaan? Jika Anda sendiri terlalu banyak menahan emosi, cobalah untuk menemukan cara yang positif untuk meluapkan emosi Anda. Misalnya dengan berjalan-jalan, bersepeda, bermain game elektronik, berkebun, menelepon teman, berbelanja, berendam air hangar, atau apa pun yang dapat membuat Anda merasa jauh lebih tenang.

9. Hindari Kekerasan. Tidak perlu memukul, menampar, atau bentuk-bentuk kekerasan fisik, meskipun Anda merasa marah. jika suami memukul Anda, sebaiknya Anda segera menghindar saja. Seberapa pun besarnya cinta yang Anda rasakan kepadanya, apa gunanya jika hanya membuat hidup menjadi sia-sia?

2 Tanggapan

  1. Tabea…. Blog dengan artikel yang menarik untuk di simak. Salam kenal. Thanks,-

  2. salam kenal.. jika ingin bertukar link.. silahkan kunjungi situs saya n tulis link anda di halaman tuker link.. trima kasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: