Pandai Mendengar

Pandai Mendengar

  • Daya ingat manusia dapat dtingkatkan dengan mendnegarkan penuh perhatian walau bahasan itu kurang penting baginya.
  • Penyebab manusia tidak mampu mendengarkan dengan baik adalah karena egois untk segera mengutarakan isi hati dengan memotong pembicaraan yang sedang berlangsung. Mendengarkan membantu lawan bicara anda mempelajari dan mengerti pribadi anda.
  • Satu-satunya sebab anda kurang dapat menyimak lawan bicara adalah enggan untuk meleburkan pikiran dan perasaan trhadap pandangan, pendapat dan maslah orang lain. Keterbatasan diri anda untuk konsentrasi. Mendengar dan mnyimak berarti berusaha mengikuti jalan pikiran dan perasan orang lain tanpa meninggalkan pribadi pembicara yang ada.
  • Komunikasi yang sesungguhnya timbul jika kita saling mau mndengar, menghayati, dan mengerti apa yang sedang kita bicarakan serta dapat menyimpuklan sari dari bahasan dan melaksanakan yang diminta.
  • Buatlah tujuan untuk lebih giat berlatih, maka akan memepengaruhi keberhasilan anda. Hal itu juga melatih kemampuan untuk mndenarkan lawan bicara anda. Motivasi aadalah tujuan dan alas an. Masalahnya terletak pada kemauan dan konsentrasi untuk menghentikan kebiasan buruk menjadi hal positif.
  • Cirri pendengar buruk:
  1. selalu mengganggu pembicaraan.
  2. melompat ke soal lain yang tidak anyambung.
  3. memotong pembicaraan.
  4. mata mencurigakan dan penampilan buruk.
  5. tidak dapt intisarinya.
  6. menulis semua pmbicaraan.
  7. Tidak ada reaksi kala ditanya.
  8. tidak bergairah.
  9. tidak berkharisma.
  10. selalu bergerak.

–         cirri yang baik:

  1. memandang lawan bicara.
  2. bertanya untuk menegaskan pertanyan penting lawan.
  3. bertanya perasaan dan keadaan lawan.
  4. ulangi sedikit kata-kata yang dibicarakan.
  5. berprasangka baik.
  6. dengan cepat mengikuti pembicaraan.
  7. memperhatikan.
  8. kalem dan emosi terkendali.
  9. tidak memotong pembicaraan.
  10. tidak mengubah pokok pembicaraan yang belum selesai.

Tanyakan kepada diri anda:

  1. apakah aku pndengar yang baik?
  2. apa aku sudah mau berkomunikasi? Maukah mereka mengutarakan masalah kepadaku?
  3. maukah aku mendengar dan memberi mereka kesempatan bicara? Puaskah aku jika dapat mengerti keadaan orang lain?
  • Pertanyaan dengan jawaban bukan 1 suku kata (ya/ , senang, baik, tidak)dan lain-lain. Lebih banyak meringkas daripada mendengar. Yang lebih baik pentingkan komunikasi. 3 saran: bertanya, catatan ringkas, tulis laporan. Pokoknya selalu siapkan kertas di manapun agar anda dapat menulis ingkas. Yang penting anda mengerti.
  • Merumuskan pokok masalah:
  • hal penting, istilah. pendengar yang baik selalu mencari tantangan dan berusaha memcahkannya/ mengalihkan pembicaraan
  • menulis kronologis—uraian penting—tidak penting. Dibanding mengelompokan. Komunikasi: bahasa, teladan, tujuan, tidak menghayal, tidak berpikir sempit, penampilan baik, tidak ngambek, disertai emosi yang baik. Jangan pikun. Bicara pokoknya saja. Jangan perhatikan kata-kata, tapi langsung saja kalimatnya. Jangan gagap. Terlalu menekan, monoton, mata liar, melamun, ragu-ragu.
  • Tipsa saat mendengarkan:
  1. Mata mempesaona
  2. bertanya,
  3. jangan potong pembicaraan
  4. jangan mengalihkan masalah
  5. jaga emosi
  6. dengarkan
  7. tatap mata lawan bicara.
  • Pakai pertanyaan terbuka untuk mengungkapkan masalah. 5W+1H.
  • Ringkasan:
  1. tatap mata lawan.
  2. pertanyaan terbuka.
  3. jangan potong pembicaraan.
  4. jangan mengalihkan masalah.
  5. kendalikan emosi.
  6. buka terlinga lebar-lebar.
  • Bahasa tubuh tidak selalu benar. Hanya yang tersirat.
  • Kunci untuk memahami:
  1. dengarkan agar paham.
  2. timanglah baik buruknya dengan cek.
  3. ringkaslah.
  4. ajukan pertanyaan informative.
  5. diskusi.
  • Buat kenyamanan, introspeksi komunikasi.
  • Mendengar aktif: pakai peluang.
  • Membuat kliping:
  1. kumpulkan.
  2. kelompokkan.
  3. tempelkan.
  4. pasang narasumber.
  5. jilidkan.

Satu Tanggapan

  1. great post..membantu sekali gan?!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: