Dan Koruptor pun Melawan…

Dalam memerangi korupsi, pers akan bebas dari ancaman dan tekanan dari pihak manapun asal konsisten dengan pemberitaannya. “Pemberitaan harus signifikan dan tidak berat sebelah,” kata anggota Pansus dari Golkar Agun Gunanjar, kemarin.

Saat ini terjadi perlawanan dari koruptor dengan gerakan anti korupsi yang terus berlangsung secara sistemik. Dalam situasi seperti itu, pers harus bisa keluar dari serangan para koruptor. Karena itu pers juga harus membongkar kasus-kasus korupsi lainnya.

Harus diakui, peran dan keberadaan peras memang sangat strategis dalam melakukan kontrol terhadap sepak terjang para pejabat dan unsur penyelenggara negara lainnya, termasuk di dalamnya para wakil rakyat.

Kontrol pers sangat diperlukan dalam meredam kesewenang-wenangan penguasa (abuse of power) serta terjadinya dugaan penyimpangan penggunaan keuangan negara. Pers diharapkan, selalu siap ‘perang’ melawan para koruptor.

Jangan sampai seperti fenomena selama ini, masih terdapat pers yang terkesan bersahabat dengan koruptor atau bahkan menjadikan diri sebagai tameng melindungi pejabat korup, dengan cara mencoba membangun imej (image building) positif sang pejabat di dalam media yang dikelolanya.

Dengan dukungan dana melimpah dari hasil korupsinya, pejabat korup memang memiliki amunisi lebih dari cukup untuk melakukan perlawanan. Perlawanan koruptor terhadap pers, bisa berupa adanya tekanan-tekanan, iming-iming, lobi-lobi, dan juga berbentuk somasi atau meminta perlindungan dewan pers.

Dalam konteks demikian, kita berharap pengelola pers pun, tidak hantam kromo dalam melakukan pemberitaan terhadap dugaan korupsi pejabat. Janganlah menurunkan berita tanpa didukung data dan fakta akurat.

Dan tidak patut pula memberitakan dugaan korupsi pejabat, karena didasari faktor kebencian semata atau karena adanya perbedaan kepentingan dan aspirasi politik dengan yang bersangkutan.

Pemberitaan soal koruptor haruslah tetap fair, objektif dan berimbang. Kendati koruptor pun sudah melawan, tak sepatutnya banyak pihak yang merasa diberi perlawanan itu, kemudian menjadi keder dan surut dalam melangkah. Perang melawan koruptor harus terus dilancarkan hingga titik darah penghabisan….!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: